Staf Kementan Setor Uang Kreditan Alphard SYL Rp 430 Juta

Terdakwa Syahrul Yasin Limpo di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Senin, 22 April 2024. (Foto: yud)
Senin, 22 April 2024, 13:06 WIB
Jakarta City

LampuHijau.co.id - Staf Biro Umum dan Pengadaan Kementerian Pertanian (Kementan), Gempur Aditya membongkar pembayaran kredit mobil Toyota Alphard mantan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) selama 10 bulan. Nilainya mencapai Rp 430 juta, yang uangnya berasal dari pinjaman pihak swasta (vendor).

Uang kredit Alphard itu atas permintaan anak SYL, Kemal Redindo Syahrul Putra. Gempur mengungkapnya dalam sidang perkara dugaan korupsi berupa pemerasan di lingkungan Kementan.

Gempur dihadirkan sebagai saksi bersama dua orang lainnya, yakni Karina yang juga staf di Biro Umum dan Pengadaan, serta mantan Kabiro Umum dan Pengadaan Kementan Ahmad Musyafak. Duduk sebagai terdakwa yakni SYL, mantan Sekretaris Jenderal Kementan Kasdi Subagyono dan mantan Direktur Alat Mesin Pertanian Muhammad Hatta.

Ketua majelis hakim Rianto Adam Pontoh mulanya menanyakan aliran-aliran uang yang masuk ke rekening milik Karina. Rekening bank milik Karina dipakai sebagai penampung uang-uang dari para pengusaha yang pernah punya pekerjaan di Kementan. Namun perusahaan/vendor tersebut ditunjuk langsung karena nilai proyeknya kecil, di bawah Rp 200 juta.

"Uang dari Gempur dikasih ke Saudara?" tanya hakim Pontoh di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Senin, 22 April 2024.

"Bukan Pak, kalau yang lewat rekening itu Pak Gempur selalu infokan, 'Bu nanti ada ada yang pinjaman dari uang Hendra Putra masuk ke rekening (milik Karina)," jawab Karina sambil menyebut nama salah satu pengusaha rekanan Kementan.

"Yang minta uang ke rekanan siapa, Saudara atau Gempur?" lanjut hakim.

"Pak Gempur," timpal Karina.

Berita Terkait : Penuhi Permintaan BPK, Kementan Serahkan Rp 5 M di Hotel Ibis Slipi

"Oh Gempur. Jadi, disampaikan akan ada transfer ke rekening Saudara dari pihak ketiga tadi ya?" tanya hakim lagi.

"Iya," jawab Karina.

Hakim Pontoh lantas mengonfirmasi kepada Gempur, yang langsung dibenarkan.

"Dalam (mata uang) rupiah ada pembayaran mobil Alphard. Itu pembayaran beli atau sewa? Permintaan dari?" tanya hakim.

"Saya kurang tahu, sepertinya beli, Pak. Permintaan dari Pak Karo (Ahmad Musyafak), ke Pak Hafid (Kabag), ke saya itu ada permintaan untuk pembayaran bulanan Alphard," jelas Gempur.

Hakim Pontoh lantas meminta penegasan, apakah pembayaran tersebut sebagai kredit atau sewa bulanan. Gempur menyebutnya kredit mobil karena dibayar per bulan.

"Bisa saja kan sewa per bulan," hakim Pontoh merespons jawaban Gempur.

"Tidak Pak. Tidak ada bukti sewanya Pak," jawab Gempur.

Berita Terkait : Pegawai Kementan Bayarkan Kredit Alphard, Anak SYL Sebutnya Sewa

"Berapa kali Saudara keluarkan (uang) untuk itu, berapa kali?" cecar hakim.

"Dari Januari 2021 sampai dengan Desember (2021)," balas Gempur.

"Wah, satu tahun ya. Per bulannya berapa?" tanya hakim.

"Rp 43 juta," jawab Gempur.

Dia juga menjelaskan, mobil tersebut berada di Makassar, Sulawesi Selatan. Karena uang itu kemudian ia serahkan pada Karina, lalu ditransfer ke rekening Aliandri selaku ajudan anak SYL, Kemal Redindo Syahrul Putra.

"Setiap bulan ya?" tanya hakim Pontoh.

"Tidak Pak. Karena memang ada beberapa (bulan) yang kita tidak bayarkan," kata Gempur.

"Akhir bulan Maret ya? Maret 2021 sampai Desember 2021?" tanya hakim mengonfirmasi isi berita acara pemeriksaan Gempur.

Berita Terkait : Pegawai Kementan Sebut Uang Miliaran Disita KPK dari Kamar Pribadi SYL di Wichan

"Iya, Pak," timpal Gempur.

Hakim kemudian menanyakan siapa yang meminta untuk pembayaran tersebut. Apakah SYL memintanya melalui ajudannya, Panji Hartanto; atau kepada dua bawahannya di Kementan yakni Kasdi dan Hatta.

"Ini kan ngirim ke Aliandri. Tahu nggak Saudara dari Karo menyampaikan bahwa ini permintaan siapa? Apakah Muhammad Hatta, Panji, atau Pak Kasdi?" tanya hakim lagi.

"Itu permintaan dari anak Pak Menteri Pak, Dindo (Redindo) Pak," jelas Gempur.

"Tahu dari mana Saudara bahwa Dindo yang minta?" ucap hakim penasaran.

"Karena Aliandri itu ajudannya Dindo Pak," ungkap Gempur, yang mengaku diinfokan lewat Kabiro Umum dan Pengadaan sebelumnya, Maman Suherman. (Yud)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal