LampuHijau.co.id - Aksi massa dari Blok Pelajar Politik Merdeka dan Aliansi Mahasiswa se-jabodetabek menyuarakan dukungan kepada Mahkamah Konstitusi (MK) di patung kuda Monas, Jakarta Pusat pada Jumat, 19 April.

Meski terlihat sesekali menyuarakan dukungan kepada pasangan calon Prabowo-Gibran, massa aksi yang didominasi pelajar SMA dan Mahasiswa tersebut, meminta MK untuk tetap konsisten menjaga demokrasi tanpa mau diintervensi oleh pihak manapun.
Baca juga : Jakarta Tetap Menjadi Daerah Khusus Meski RI Sudah Pindah Ibukota
Perwakilan Blok Pelajar Politik Merdeka, Feisya (19) mengatakan, kedatangan rombongan teman-temannya di tengah massa yang menyuarakan kritik terhadap MK, berusaha menyuarakan pendapat yang kontradiktif. Dia mengatakan, rombongan massanya hanya ingin perselisihan Pemilu 2024 ini segera usai.

"Pesan yang kami bawa yakni MK harus tetap netral, tidak mudah diintervensi yang khawatirnya menyebabkan perselisihan antar paslon baik 01, 02, dan 03," ujar Feisya selepas bubarnya massa aksi.
Feisya menjelaskan, harapan teman-teman dari massa aksinya sebagai perwakilan kelompok muda, agar MK konsisten menjaga marwah demokrasi dan netral dari bentuk tekanan apapun.
"Harapannya MK harus konsisten, tidak mudah ditekan, sehingga demokrasi kita ini tetap berjalan semestinya sehingga damai bersama," ungkap Feisya.
Diketahui, massa aksi yang mengaku sebagai Blok Pelajar Politik Merdeka dan Aliansi Mahasiswa se-jabodetabek kini telah membubarkan diri dari lokasi aksi di patung Kuda, Gambir, Jakarta Pusat. Pembubaran massa yang juga mengaku mendukung paslon 02 Prabowo-Gibran itu mulai mengurai ketika waktu mendekati maghrib yakni sekira pukul 17.33 WIB.
Baca juga : Pj Wali Kota Tangerang Minta OPD Dukung Keberlanjutan Pembangunan di Masa Transisi
Meski sempat diawali aksi ricuh, massa aksi terlihat menujukkan gelagat untuk membubarkan diri ketika polisi meningkatkan pengamanan massa. Selain itu, mereka terlihat bubar dikarenakan massa aksi kontra dengan Mahkamah Konstitusi (MK) ikut pulang meninggalkan lokasi aksi.
Sembari mendendangkan lagu khas pendukung paslon 02, massa aksi yang terdiri dari remaja berseragam putih abu-abu serta pemuda yang memakai almamater kampus, berbalik dan pulang menuju kediamannya masing-masing. (Yud)