Pendemo Bertopeng Hasto Kristiyanto Tarik Leher Hakim MK dengan Rantai di Patung Kuda

Aksi unjuk rasa di patung kuda, Monas, Jakarta Pusat, Rabu, 18 April 2024. (Foto: ist)
Kamis, 18 April 2024, 23:36 WIB
Jakarta City

LampuHijau.co.id - Ribuan massa gabungan dari mahasiswa dan masyarakat menggelar aksi unjuk rasa tolak segala upaya intervensi hasil pemilu dan Mahkamah Konstitusi (MK) harus netral bergulir di patung kuda, kawasan Monas, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis, 18 April 2024z siang.

Dalam unjukrasa tersebut, para peserta juga membuat aksi teatrikal dengan memperagakan beberapa orang menggunakan topeng bergambar wajah Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto tengah membawa rantai yang mengikat leher dua orang pria bertopeng wajah Hakim MK Saldi Isra dan Arief Hidayat.

Baca juga : Pelindo Group Berangkatkan 8.150 Pemudik secara Gratis Dengan Tujuan 13 Kota

Aksi teatrikal seorang pria memakai topeng wajah Hasto Kristiyanto menarik dua rantai yang diikuti oleh dua hakim MK. Dia berjalan perlahan memutar di area aksi unjuk rasa.

Seorang orator dari atas mobil komando menjelaskan, aksi itu menyimbolkan bagaimana intervensi coba dilakukan Hasto sebagai Sekjen PDIP terhadap jalannya sidang sengketa Pilpres 2024 yang tengah digelar di MK.

"Mereka yang tak terima hasil pemilu adalah pecundang yang kalah dalam perebutan suara saat bertanding. Rakyat tahu mana yang pantas untuk memimpin. Kami akan mengawal dan terus berkembang lebih banyak. Kita hadir dengan damai," katanya dari atas mobil komando di patung kuda Monas, Jakarta Pusat.

Baca juga : PPP Buka Ruang Koalisi dengan Partai Lain di Pilkada Subang

Para pendemo juga membawa sejumlah poster bertuliskan "Intervensi Berkedok Sahabat" dengan gambar Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto dan dua hakim MK yang dilengkapi dengan kepala banteng.

Massa aksi menyindir sikap Hasto yang membawa surat pengajuan amicus curiae atau sahabat pengadilan dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Bahkan diduga ada tawaran jabatan menteri terhadap dua hakim MK agar memengaruhi keputusan sengketa Pilpres 2024 yang akan dibacakan.

"Katanya sahabat peradilan tapi kita mengerti kita tahu itu hanya kedok, hanya omong kosong. Intinya mau intervensi," tambahnya.

Baca juga : Demo Kasus Korupsi BTS Kominfo, Masa Bakar Ban di Kawasan Patung Kuda

Poster lainnya juga bergambar Kepala Banteng bertulis "Sahabat Peradilan Perusak Peradilan", "Hasto Kristiyanto Tukang Hasut".

Perwakilan aksi yang juga Mahasiswi Universitas Indraprasta (Unindra) PGRI Jakarta, Dea Rifda Nisrina mengatakan, aksi hari ini sebagai bentuk dukungan kepada MK agar dalam memutuskan sengketa Pilpres 2024 yang akan dibacakan pada Senin, 22 April 2024 mendatang, tak ada intervensi.

"Kami di sini mendukung MK untuk tetap netral dan memastikan bahwa MK bukanlah alat partai," tambahnya. (Yud)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal