Stafsus Ngaku Diperintah SYL Urus Ultah NasDem, Nyiapin Kaos

Stafsus SYL, Imam Mujahidin bersaksi di persidangan Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Rabu, 17 April 2024. (Foto: yud)
Rabu, 17 April 2024, 14:33 WIB
Jakarta City

LampuHijau.co.id - Mantan Staf Khusus (Stafsus) Kementerian Pertanian (Kementan) Imam Mujahidin Fahmid mengaku pernah diperintah Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) terlibat dalam persiapan acara ulang tahun Partai Nasional Demokrat (NasDem).

Guru besar Universitas Hasanuddin, Makassar itu mengungkapkannya saat menjadi saksi persidangan perkara dugaan pemerasan dan penerimaan gratifikasi dengan terdakwa SYL, mantan Sekretaris Jenderal Kementan Kasdi Subagyono, dan mantan Direktur Alat Mesin Pertanian Kementan Muhammad Hatta.

Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) awalnya mengonfirmasi pesan via aplikasi WhatsApp (WA) Imam kepada SYL soal persiapan ultah NasDem. Dalam chat itu, Imam menyampaikan bahwa semua persiapan ultah telah sesuai arahan SYL. Imam juga meminta petunjuk selanjutnya jika ada arahan tambahan lain.

"Ini kan saksi melaporkan ke Pak SYL ini. Urusan apa saksi ngurusin ultah NasDem ini, kalau memang saksi sebut tugas saksi itu hanya kebijakan yg saksi jelaskan di muka tadi. Ini urusan apa NasDem ini?" tanya jaksa KPK dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Rabu, 17 April 2024.

"Waktu itu ultah NasDem," jawab Imam.

Imam mengungkapkan, salah bentuk bantuan dalam ultah partai itu berapa kaos. Namun Imam mengaku tak tahu asal-usul uang untuk pembelian kaus tersebut.

Baca juga : Kurangi Beban APBN, Pemerintah Harus Benahi Mekanisme Penyaluran Subsidi

"Seberapa banyak (kaus untuk ultah Partai NasDem," tanya jaksa lagi.

"Saya tidak tahu itu banyaknya berapa," jawab Imam.

"Uang siapa?" cecar Jaksa.

"Saya juga tidak tahu uang siapa yang dipakai," ucap Imam.

"Lah kan saksi yang melaporkan ini," tanya jaksa keheranan.

"Saya cuma mendapatkan informasi bahwa sudah ada baju kausnya. Saya tidak tahu dari mana baju kaus itu," jelas Imam.

Baca juga : La Nyalla Berharap Pemerintah Cepat Atasi Musibah Gempa di Sulawesi Barat

Dalam keterangannya, Imam mengaku kerap berkoordinasi dengan Stafsus Kementan yang lain, yakni Joice Triatman yang juga diketahui kader partai NasDem.

"Saksi dengan siapa koordinasinya memastikan kaus ini sudah ada?" cecar Jaksa.

"Kalau nggak salah waktu itu dengan Ibu Joice," balas Imam.

Jaksa juga menanyakan alasan Imam mau menuruti kemauan SYL. Pasalnya, perannya mengurus partai tidak ada dalam tupoksinya sebagai stafsus.

Imam beralasan, sebagai stafsus Menteri SYL, ia berusaha membantu dan menyukseskan pemikiran atasannya tersebut.

"Pertanyaan saya, apa ada kebijakan untuk ultah ultah begini? Saksi staf khusus, dosen, guru besar, sepengetahuan saksi, apakah Kementerian Pertanian mengurusi sampai ultah-ultah partai begitu?" cecar jaksa.

Baca juga : LPSK Nunggu Perintah MK Buat Ngasih Perlindungan Saksi

"Tentu tidak, Pak," timpal Imam.

Jaksa pun menanyakan landasan Imam menuruti kemauan SYL mengenai ultah NasDem.

"Saya loyal kepada pimpinan, Pak," ucap Imam lagi.

"Loyal. Oke kami catat ya," respons jaksa.

"Iya, perintah. Kalau ada permintaan semacam itu, ya saya sebagai anak buah tentu akan berusaha melakukan yang terbaik untuk Pak Menteri," tandasnya. (Yud)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal