Mantan Kabasarnas Henri Alfiandi Didakwa Terima Dako Rp 8,6 Miliar

Selasa, 2 April 2024, 22:24 WIB
Jakarta City

LampuHijau.co.id - Mantan Kepala Basarnas Marsekal Madya (Marsdya) TNI (Purn) Henri Alfiandi didakwa menerima suap Rp 8,6 miliar yang disamarkan dengan istilah 'dana komando' atau dako.

Oditur Militer Kolonel Wensuslaus Kapo menguraikan, dana dako berasal dari Komisaris Utama PT Multi Grafika Cipta Sejati Mulsunadi Gunawan (Saksi 10) dan Direktur Utama PT Kindah Abadi Utama, Roni Aidil (Saksi 9).

"Total dana komando yang diberikan Saksi 9 dan Saksi 10 selama terdakwa menjabat sebagai Kabasarnas sebesar Rp 8.652.710.400," tutur Wensuslaus membacakan surat dakwaan di Pengadilan Tinggi Militer II Jakarta, Senin, 1 April 2024.

Berita Terkait : Hakim Vonis Ringan Penyuap Mantan Kabasarnas

Kata Oditur Militer, pemberian uang itu atas permintaan terdakwa Henri dengan mengimingi Mulsunadi dan Roni Aidi bahwa mereka akan mendapatkan proyek Basarnas.

Untuk kepentingan memuluskan 'setoran' pengurusan dan penggunaan dako, terdakwa memerintahkan bawahannya, yakni mantan Koordinator Administrasi (Koorsmin) Kabasarnas Letkol Afri Budi Cahyanto (Saksi 2). Afri yang bertugas di Basarnas lewat penunjukkan terdakwa, juga disebut diminta mentransfer dako sesuai dengan perintah Henri. Jumlah dana yang ditransfer Adri disesuaikan dengan yang ditetapkan Henri.

Berita Terkait : Tuntutan Tiga Penyuap Mantan Kabasarnas, Jaksa Ungkap Dana Komando Mengalir ke BPK

Atas sejumlah dana yang telah diterimanya, Henri menggunakannya untuk keperluan dinas dan pribadi. Beberapa di antaranya mentransfer ke sederet nama orang kepercayaan terdakwa, seperti Sukarjo, Iwan Pasek, Santi Pratiwi, Adelia, Rachael Sandika Putri, Adella Nurseha, Sri Nurseha, dan Retri Koesuma.

"Bahwa dalam pengurusan dan penggunaan uang dako dari rekanan, terdakwa selalu me merintahkan Saksi 2 termasuk mentransfer uang dako," ungkap Oditur.

Oditur mengungkapkan, dako dari Direktur Utama PT Kindah Abadi Utama Roni Aidil berkaitan dengan proyek peningkatan kemampuan jangkauan ROV sebesar Rp 1,044 miliar, yang diterima pada Desember 2021.

Berita Terkait : Penggugat Pailit Antasari 45 Tak Hadir Dalam Verifikasi Utang

Lalu, atas proyek pengadaan Hoist Helikopter sebesar Rp 1,309 miliar, diterima pada Juni 2023. Kemudian dako dengan total Rp 2,3 miliar diberikan dalam bentuk tiga lembar cek tunai.

Sementara dako dari Komisaris Utama PT Multi Grafika Cipta Sejati Mulsunadi Gunawan terkait proyek pengadaan pendeteksi korban reruntuhan tahun 2022, sebesar Rp 1,5 miliar; dan proyek pengadaan pendeteksi reruntuhan tahun 2023 sebesar Rp 999. 710.400. Maka jumlah seluruh dako yang diterima dari dua pengusaha rekanan proyek Basarnas tersebut sejumlah Rp 8.652.710.400.

Atas penerimaan dako tersebut, Henri didakwa melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUH Pidana. (Yud)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal