Depresi Landa Rakyat Kecil, Yastroki Desak Pemerintah Mendatang Fokus Ekonomi Mikro

Yastroki minta pemerintah yang akan datang fokus pada ekonomi mikro. (Foto: ist)
Minggu, 31 Maret 2024, 10:55 WIB
Jakarta City

LampuHijau.co.id - Depresi melanda rakyat kecil atau lapisan bawah akibat didera kesulitan ekonomi. Menjadi pencetus banyaknya penderita stroke di Indonesia. Sehubungan dengan itu, pemerintah hasil Pemilu 2024, didesak agar mengutamakan pemberdayaan ekonomi mikro berbasis lingkungan.

Desakan tersebut dikemukakan Ketua Yayasan Stroke Indonesia (Yastroki) Mayjen TNI (Pur) Dr. dr. Tugas Ratmono, SpN, MARS, MH, Minggu (31/3/2024), di lingkungan padat hunian Pulo Gebang, Jakarta Timur. Sekaligus rangkaian Safari Ramadhan membagikan paket bahan pangan dan tongkat lipat kepada stroker Ny.Ida Mursyida.

Baca juga : Demi Kesejahteran Rakyat, AHY: Demokrat Berkomitmen Perjuangkan Penguatan UMKM

"Pemerintah masa mendatang kita harapkan peduli rakyat lapisan bawah yang sedang dilanda kesulitan cari nafkah. Usaha tingkat mikro berbasis lingkungan patut dapat kepedulian," ujarnya.

Perekonomian mikro berbasis lingkungan dimaksudkan Dr. Tugas merujuk pada aktivitas usaha jasa dan barang kebutuhan sehari-hari di sekitar permukiman. Lokasinya mudah diakses warga setempat. Pemberdayaan melibatkan pemangku kepentingan, terutama Kementerian Koperasi, Usaha Menengah, Kecil dan Mikro (UMKM), serta Kamar Dagang dan Industri (Kadin).

Baca juga : Anugerah KPI 2023, Bukti Nyata Pemprov Banten Pemerintah Daerah Yang Peduli Penyiaran

Dikhawatirkannya, bila tidak mendapat perhatian, gangguan kesehatan makin masif. Rakyat miskin paling rentan terserang stroke dan penyakit lainnya.

Menyikapi kondisi memprihatinkan tersebut, Yastroki mengagendakan kajian mendalam seputar problem kemiskinan berkaitan dengan kesehatan. Bantuan paket bahan pangan dan tongkat hasil kerjasama Yastroki dengan Yayasan KRESHNA sebagai komunitas stroker atau penderita stroke yang mampu bertahan hidup. Kunjungan siang itu juga ke stroker Sutarno di Duren Sawit, Jakarta Timur.

Baca juga : Hadapi Tekanan Ekonomi Global, Ekonom: Pemerintah Harus Jaga Perekonomian Domestik

Selama Ramadhan 2024, menurut Suhadi, pimpinan KRESHNA, mendatangi 55 stroker di hunian masing-masing, wilayah Jabodetabek. Penyerahan bantuan siang kemarin termasuk diikuti Wakil Sekjen Yastroki Kol. (Pur.) Hari Soesetyo, SKM, MARS. Yayasan Kota Jakarta Weltevreden diketuai Toto Irianto, yang berkolaborasi dalam berbagai aktivitas Yastroki, turut mendampingi.

Peningkatan jumlah penderita stroke di Indonesia kini menduduki urutan pertama angka kematian. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, stroke di Indonesia meningkat 56% dari 7 per 1000 penduduk pada tahun 2013, naik menjadi 10,9 per 1000 penduduk pada tahun 2018. Total penderita berkisar 2,91 juta jiwa. (ULI)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal