ACT dan APAD Programkan Pemulihan Pascabencana

Pencanangan program pemulihan pascabencana ACT dan APAD. (Foto: ACT)
Kamis, 8 Agustus 2019, 20:49 WIB
Jakarta City

LampuHijau.co.id - Asia Pasific Alliance for Disaster Management  (APAD), aliansi sukarela transnasional yang bergerak di bidang kebencanaan, bekerja sama dengan Aksi Cepat Tanggap (ACT) berupaya mencanangkan program pemulihan.

Kerja sama ini sebagai salah satu ikhtiar ACT memberikan pelayanan terbaik dalam hal penanganan bencana. Agenda itu dibahas dalam kunjungan APAD ke kantor ACT di Jakarta, Rabu (7/8/2019).

"Dalam pertemuan hari ini, APAD menawarkan sebuah platform terkait sistem yang dibuat mulai dari awal mitigasi kebencanaan, proses ketika terjadi bencana seperti apa yang harus dilakukan, hingga program pemulihan dan pemberdayaan masyarakat," terang Direktur Global Philantrophy Network-ACT Aulia Ikhsan Fahdiat, seperti dikutip news.act.id, Rabu (7/8).

Baca juga : NasDem Ingatkan Prioritas Hunian Tetap Pasca Bencana Sulteng

Dikatakan Ikhsan, kerja sama ACT dengan APAD sendiri telah lama terjalin, sudah berjalan dua tahun. Kerja sama di bidang penanganan bencana ini, antara lain dilakukan dalam bencana di Lombok dan Palu. Bahkan, lanjutnya, hingga kini program tersebut masih berkesinambungan.

"Kerja sama kita sudah berjalan sekitar dua tahun dengan APAD melalui salah satu lembaga sukarela anggota APAD, yakni Peace Wind Japan, yang programnya hingga saat ini masih berlangsung,” jelas Ikhsan.

Sejumlah program pemulihan pascabencana kolaborasi ACT dan APAD antara lain pembangunan hunian nyaman terpadu (ICS) dan pipanisasi air ke permukiman warga. Seperti diketahui, ICS merupakan kompleks hunian nyaman yang dibangun ACT di berbagai wilayah terdampak bencana, salah satunya di Lombok. Sementara, pipanisasi air sebagai program ACT mengatasi kesulitan air bersih di beberapa wilayah di Tanah Air, terutama saat musim kemarau seperti sekarang.

Baca juga : Beredar Video Kapolri Bolehkan tembak Masyarakat

Chief Operating Officer APAD Kaori Neki mengungkapkan, sistem kesiapsiagaan menghadapi bencana menjadi hal yang sangat penting di Indonesia. Hal itu berdasarkan kemungkinan potensi bencana alam yang dimiliki Indonesia, sebagaimana terjadi pada tahun lalu dan baru-baru ini.

"Sebab itu, kami ingin menyiapkan sistem ini sesegera mungkin,” kata Kaori Neki.

Ia juga menyatakan, kesiapsiagaan APAD mendampingi ACT untuk hadir di daerah-daerah bencana. Ia juga menjelaskan, pentingnya edukasi dan pengetahuan kesiapsiagaan bencana. Hal itu pun telah diterapkan di negara asalnya, Jepang.

Baca juga : BAZNAS Kembangkan Program Pemberdayaan UKM

"Seperti yang kita tahu, Jepang bertahan dan berupaya saat menghadapi tsunami dan gempa bumi yang melanda pada 2011 lalu. Kami menyiapkan masyarakat menghadapi itu dan sebagaimana yang kita tahu, peringatan dini dan edukasi kesiapsiagaan bencana sangat penting untuk menyelamatkan hidup masyarakat," tandasnya. (Yud)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal