LampuHijau.co.id - Pembangunan LRT Jakarta Fase 1B (Velodrome-Manggarai) yang dikerjakan PT Jakarta Propertindo (Jakpro) diprotes keras warga Kelurahan Pegangsaan, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat. Hal itu dikarenakan, proses pembangunan dinilai mengganggu kenyamanan masyarakat setempat.
Warga perwakilan 4 RW, yakni RW 03, 04, 05 dan 06 Kelurahan Pegangsaan menyampaikan aspirasinya kepada Ketua Fraksi Demokrat, Desie Christhyana Sari yang juga berdomisili di area pembangunan LRT. "Jakpro dan Dishub harus secepatnya mencari solusi agar persoalan ini bisa secepatnya diselesaikan. Karena pada prinsipnya, masyarakat sangat mendukung program pembangunan pemerintah. Hanya saja, dampak yang ditimbulkan haruslah diminimalisir," ujar Sekretaris DPD Partai Demokrat Jakarta tersebut, Kamis (29/2/2024).
Baca juga : Pj Bupati Subang Lakukan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Gedung Sekretariat PPNI
Menurutnya, dalam surat yang dikirimkan, ada sejumlah persoalan yang sangat krusial. Seperti, warga mengeluhkan pekerjaan yang dilakukan hingga pukul 03.00 WIB dini hari. Selain itu, kata anggota Komisi B DPRD DKI itu, adanya kerusakan bangunan rumah warga seperti pergeseran pintu, dinding retak, kebisingan dan persoalan lainya.
"Masyarakat menduga, kerusakan itu dikarenakan adanya dampak pembangunan lantaran penancapan paku bumi dalam proyek pembangunan tersebut," katanya. Khusus untuk macet yang ditimbulkan, Dishub DKI Jakarta idealnya melakukan rekayasa jalan dan menempatkan petugasnya dalam mengurai kemacetan yang terkena imbas dari pembangunan LRT.
Baca juga : Bupati Cirebon Minta Isi Kemerdekaan dengan Gerakan Pembangunan Daerah
"Jangan seperti sekarang ini, kemacetannya sangat horor setiap harinya. Apalagi saat jam pulang kantor, kemacetan begitu panjang sehingga membutuhkan waktu berjam-jam untuk melewati ruas Jalan Diponegoro, Salemba, Tambak, Rawamangun dan Pasar Rumput," katanya.
Hal itu sangat ironis, mengingat uang rakyat yang dibayarkan lewat pajak dan digunakan untuk pembangunan LRT justru merugikan masyarakat Jakarta, khususnya warga Kelurahan Pegangsaan, Menteng Jakarta Pusat.
Baca juga : Apresiasi Heru dan Pras, Majelis Amanah Persatuan Kaum Betawi Gelorakan Tagline
"Proyek LRT itu kan menggunakan dana Penyertaan Modal Daerah (PMD) dengan total yang diterima Jakpro tahun 2023 sebesar Rp 1,5 triliun dan tahun 2024 sebesar Rp 2,5 triliun. Jangan sampai dana sebesar itu dipakai untuk merugikan masyarakat dengan alasan proyek strategis nasional," tandasnya. (DTR)