Ketut Darma Siadja Minta Pemerintah Pusat Serius Membawa Handicraft Indonesia ke Kelas Internasional

Sabtu, 3 Agustus 2019, 14:54 WIB
Jakarta City

LampuHijau.co.id - Geliat pasar handicraft sedang menurun baik di pasar lokal maupun internasional. Hal tersebut diutarakan oleh Ketua Asosiasi Pelaku Usaha Handcraft Indonesia (Asephi) Bali Ketut Darma Siadja. Menurut Darma Siadja berpindahnya generasi konvesional ke milenial otomatis membuat industry handicraft anjlok. Sebab, menurut dia, kecenderungan para generasi milenial lebih tertarik pada hal-hal yang sedang trending di kalangannya.

“Mereka lebih senang memanfaatkan penghasilannya untuk ke gadget, kuliner dan eksperiens lainnya. Mereka yang memiliki gaji dua ribu atau tiga ribu dolar lebih senang belanja kesana (gadget), untuk belanja handicraft agak kurang.” tutur  Darma Siadja saat dihubungi Lampuhijau.co.id, Sabtu (3/8).

 

Foto IST

Baca juga : BAZNAS Kirim Tenaga Medis Bantu Korban Gempa Banten

Menghadapi persoalan tersebut, Darma Siadja tak tinggal diam, ia memiliki strategi untuk meningkatkan daya beli handicraft di pasar lokal maupun luar negeri. Seperti misalnya menciptakan produk yang berkaitan 

“Sebagai pelaku usaha kita harus mengikuti trend market. Barang kita harus dibuat sesuai dengan keinginan mereka (generasi milenial), bukan membuat barang sesuai dengan keinginan kita. Desain-desain kita, warna-warna harus disesuaikan dengan market.” terang Ketut Darma Siadji.

Strategi lain yang dilakukan Darma selain menciptakan produk yang sesuai trend, ASEPHI juga menjalin kerjasama dengan pemerintah provinsi Bali setempat untuk memasarkan produknya di pasar lokal.
Kendati demikian, Darma berharap dalam upaya meningkatkan perokonomian rakyat dan negara, pemerintah pusat diharapkan bisa membantu memasarkan handicraft ke pasar internasional.

Baca juga : Kadinsos Lampung Sebut Bulog Ayam Sayur

“Pemerintah pusat belum optimal membantu para pengusaha handicraft. Kami berharap pemerintah pusat membantu para UKM untuk memperkenalkan produk produk di luar negeri. Agar orang-orang luar negeri itu tahu barang apa yang diproduksi oleh Indonesia. Tanpa itu mereka tidak akan tahu.” kata Darma seraya menegaskan. 

Menurunnya industri handicraft Indonesia di kelas internasional tentunya memiliki dampak negatif. Darma mengungkapkan, akan ada multiple effect (keuntungan lebih) jika pemerintah lebih serius membantu para UKM untuk memamerkan produk handicraft di luar negeri

“Pastinya ada keuntungan lebih, multiple effect yang dihasilkan. Baik dari para pekerja yang kian aktif hingga pemasukan pajak untuk negara”. tuturnya. (Bit)
 

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal