Pengamat Desak Kapolri dan KSP Selesaikan Penyerobotan Tanah Warga di Jambi

Ilustrasi penyerobotan tanah. (Foto: net)
Senin, 12 Februari 2024, 21:05 WIB
Jakarta City

LampuHijau.co.id - Mangkraknya laporan dugaan penyerobotan lahan selama 6 tahun di Polda Jambi, kembali mendapatkan kritik dari Indonesia Public Institute (IPI). IPI menyebut, permasalahan tersebut harus segera diselesaikan langsung oleh Kapolri agar memperbaiki citra Polri di masyarakat.

"Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo harus segera turun tangan untuk menyelesaikan kasus dugaan penyerobotan lahan, yang laporannya sudah mangkrak selama 6 tahun di Polda Jambi," kata Direktur Eksekutif Indonesia Public Institute (IPI) Karyono Wibowo saat dikonfirmasi pada Senin, 12 Februari 2024.

Berita Terkait : Ustaz Korban Penikaman Dikenal Baik, Kapolres Jakarta Barat Datangi Keluarga Korban

Karyono Wibowo juga berharap, agar Kapolri segera memanggil Kapolda Jambi dalam waktu dekat untuk segera menuntaskan kasus penyerobotan lahan masyarakat miskin. Selain itu, IPI juga meminta kepada KSP (Kepala Staf Kepresidenan) Moeldoko harus segera turun tangan untuk turut menyelesaikan masalah penyerobotan lahan yang terjadi di Jambi.

"KSP diberi tugas khusus untuk menangani masalah sengketa lahan yaitu Percepatan Penyelesaian Konflik Agraria dan Penguatan Kebijakan Reforma Agraria yang menjadi amanat presiden Joko Widodo," katanya.

Lebih lanjut Karyono Wibowo mengkritisi kinerja Kapolri dan KSP yang hanya berfokus kepada Pemilu 2024. Pasalnya, lanjut Karyono, permasalahan penyerobotan lahan yang tak kunjung selesai selama 6 tahun juga sangat merugikan masyarakat miskin di Jambi.

Berita Terkait : Bareskrim Polri Harus Quick Response Guna Menyelesaikan Tuntutan Masyarakat

"Jangan hanya sibuk mengurus Pemilu 2024. Persoalan hak atas tanah dan keadilan agraria bagi masyarakat lebih penting. (Mereka) Tugasnya melakukan penegakan hukum dan keadilan harus diutamakan," ujarnya.

Sebelumnya, dua warga Jambi bernama Junaidi dan Mustafa Kamal mengadukan nasibnya kepada Center For Budget Analisis (CBA) atas kasus dugaan penyerobotan tanah yang diduga dilakukan oleh pengusaha kelapa sawit berinisial A. Kejadiannya di KM 13-16 Desa Sungai Gelam, Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi. Akibat penyerobotan tanah itu, kedua warga Jambi itu terpaksa tinggal di rumah kontrakan lantaran seluruh tanahnya telah dirampas.

Berdasarkan data CBA, tanah mereka yang diduga dikuasai oleh pengusaha berinisial A sekitar 2.000 hektare dalam bentuk SKT (surat keterangan tanah) dan 320 hektare dalam bentuk SHM (Sertifikat Hak Milik).

Berita Terkait : Sampaikan Belasungkawa, Kapolri Janji Beri Pelayanan Terbaik Buat Keluarga Korban Kecelakaan Tol Cikampek

"Junaidi dan Mustafa Kamal sudah melapor kasus penyerobotan tanah ke Polda Jambi. Kemudian, Polda Jambi mengeluarkan surat penyelidikan No.Sp.Lidik/126/II/Res.1.2/2019/Ditreskrimum tertanggal 20 Februari 2019," kata Direktur Center For Budget Analisis (CBA) Uchok Sky Khadafi dalam keterangannya pada Senin (5/2/2024).

Namun sampai saat ini, kata Uchok, Polda Jambi belum menetapkan tersangka atas laporan kasus penyerobotan tanah tersebut. "Masa sih, polisi takut sama pengusaha kelapa sawit," sindir Uchok. (Yud)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal