LampuHijau.co.id - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meminta para pengusaha untuk fokus pada Keselamatan dan Kesehatan pekerja. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir tingginya angka kecelakaan terhadap para pekerja.
“Kami berharap semua baik itu pemda kemudian para pengusaha dan pihak terkait agar bisa fokus pada k3. Sehingga kecalakaan kerja dapat diminimalisir tidak seperti sekarang ini yang meningkat,” kata Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta, Joko Agus Setyono kepada wartawan usai menghadiri Apel Bulan K3 Provinsi DKI Jakarta, Rabu (31/1/2024).
Oleh karena itu, Joko meminta Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi DKI Jakarta untuk fokus mengawasi keselamatan dan kesehatan dari para pekerja. Selain itu, Joko akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menekan angka kecelakaan dalam bekerja di Jakarta.
“Kita harus benar-benar fokus untuk mengawasi keselamatan dan kesehatan dari para pekerja di Jakarta. Kita juga berkoordinasi dengan stakeholder terkait untuk keselamatan dan kesehatan para pekerja,” ujar Joko.
Baca juga : Dinkes Subang Raih Penghargaan Kepatuhan Pelayanan Publik dari Ombudsman RI
Sementara, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi DKI Jakarta, Hari Nugroho mengatakan berkomitmen untuk memperbaiki terkait keselamatan dan kesehatan kerja. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir kecelakaan kerja di Jakarta.
“Kita mulai membenahi terkaitannya dengan keselamatan dan kesehatan kerja dengan para stakeholder terkait. Harapannya agar kecelakaan dalam bekerja diminimalisir,” kata Hari.
Peringatan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional Tahun 2024 mengusung tema “Proaktif Budayakan K3 dan Lingkungan Hidup Dalam Bekerja Sehat dan Selamat Untuk Terjaminnya Kualitas Lingkungan serta Terjaga Keberlangsungan di Semua Lini Bisnis KAI Group".
Dalam rangka memperingati Bulan K3 Nasional ke-54, Tahun 2024 ini, di Hall Tengah Stasiun Gambir, PT KAI Daop 1 Jakarta juga menggelar Apel Pasukan, yang diikuti ratusan pegawai di lingkungan Induk Perusahaan dan Anak Perusahaan PT KAI (Persero), Senin (29/1).
Baca juga : Pelajar SMKN 1 Cipeundeuy Diedukasi Keselamatan Berlalu Lintas dan ETLE
Di lokasi berbeda Ixfan Hendriwintoko Manager Humas Daop 1 Jakarta menjelaskan, bahwasanya Peringatan Bulan K3 menjadi momentum untuk evaluasi dan melakukan perbaikan bagi KAI di Tahun 2024. Keselamatan dan Keamanan Perjalanan Kereta Api menjadi prioritas utama kita bersama. Seluruh Insan KAI wajib mematuhi 5 budaya keselamatan. Patuh prosedur kerja, Briefing sebelum bekerja, Gunakan alat pelindung diri, Peduli lingkungan kerja dan Lapor potensi bahaya. Lima budaya keselamatan bukan hanya menjadi slogan untuk dihafalkan, tetapi harus dihayati dan dipastikan bersama bahwa lima budaya keselamatan tersebut benar -benar dilaksanakan di tempat kerja.
Dalam mewujudkan budaya keselamatan dan kesehatan kerja, PT KAI terus melakukan pemeriksaan kondisi prasarana dan sarana secara rutin, serta secara proaktif memeriksa titik rawan bencana dan potensi bahaya. PT KAI juga secara aktif meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api, khususnya di perlintasan sebidang, dan berkolaborasi dengan para regulator, yaitu pemerintah daerah maupun pusat.
Untuk meningkatkan keselamatan di sekitar jalur rel, Daop 1 Jakarta berkolaborasi dengan Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kemenhub, Pemerintah Daerah dan TNI/Polri menutup perlintasan liar yang membahayakan keselamatan dan keamanan perjalanan kereta api serta warga sekitar.
Secara total sepanjang tahun 2023 sebanyak 13 titik perlintasan liar telah ditutup untuk area Daop 1 Jakarta. Selain itu KAI juga aktif melakukan sosialisasi keselamatan di perlintasan sebidang yang dilaksanakan di perlintasan liar, perlintasan resmi maupun di sekolah-sekolah, mulai dari TK hingga Sekolah Lanjutan.
Baca juga : Awas, Jambret Keliaran di Gang Perumahan, Cewek Baru Keluar Kosan HP-nya Disikat
Selama Tahun 2023 KAI Daop 1 Jakarta telah melakukan sosialisasi keselamatan sebanyak 87 kali, rata-rata perbulan sebanyak 7 hingga 8 kali kegiatan.
"Seluruh pemangku kepentingan, baik dari kementerian/lembaga, pemerintah pusat dan daerah, asosiasi, serikat pekerja/serikat buruh, swasta, perguruan tinggi, dan media bahkan masyarakat luas, juga diajak untuk selalu mengutamakan keselamatan dirinya saat berada di jalur dan perlintasan sebidang KA," pungkas Ixfan. (wong)