LampuHijau.co.id - Rumah dinas camat Cilandak di Jalan Haji Ismail, Kelurahan Cilandak Barat, kondisinya mangkrak. Rumah yang dibangun tahun 2018 dengan anggaran mencapai Rp1,1 miliar itu, hingga kini belum bisa ditempati.
Camat Cilandak Sjamsul Idris mengaku sejak dilantik sebagai camat bulan Februari 2019 lalu, ia tidak tinggal di rumah dinas. Hingga kini, dirinya masih pulang-pergi dari rumahnya di Bekasi karena rehab total rumah dinas belum beres.
"Ya, sampai sekarang masih pulang pergi ke Bekasi," ujar Sjamsul Idris kepada wartawan, Selasa (30/7/2019).
Baca juga : Merasa Dikriminalisasi, Penghuni Laporkan Pengembang Apartemen Kemang View ke Polisi
Ia mengungkapkan, agar tepat waktu sampai kantor camat Cilandak, ia harus berangkat pagi-pagi buta dari rumahnya di Bekasi. Begitupun saat pulang kantor, ia sampai rumahnya pada malam hari setelah berjibaku dengan kemacetan.
Padahal, idealnya seorang pamong diharapkan tinggal dekat dengan warga, supaya pelayanan yang diberikan bisa maksimal. Apalagi, sebagai camat ia kerap mendapatkan undangan kegiatan dari warga di luar jam kerja normal, baik malam hari atau di waktu subuh.
Sjamsul Idris sempat sumringah, ketika dilantik dan mendapat kabar bahwa pada saat ada rumah dinas Camat Cilandak sedang proses akhir rehab. Ia pun sempat mendatangi rumah dinas itu usai rehab dianggap selesai oleh pemborong.
Baca juga : Konsep Pertama Terintegrasi, Rusunawa Pasar Rumput Segera Beroperasi
"Rumahnya selesai dibangun. Tapi begitulah. Ada panel listrik di ruang tidur utama. Bahan yang digunakan dengan anggaran sebegitu kelihatannya tidak sesuai. Air tampias ke dalam bila hujan. Keadaan kosong tanpa isi," ujarnya.
Pantauan pada Senin (29/7) kemarin, rumah mewah berlantai dua itu dalam kondisi kosong. Terlihat, dinding bangunan bercat putih itu sudah mulai kotor. Sampah dedaunan pun berserakan di halaman rumah yang masih berupa tanah.
"Sampai sekarang rumah dinas belum serah terima," keluh Sjamsul. (RBN)