LampuHijau.co.id - Warga Tapanuli Tengah, Sumatera Utara (Tapteng, Sumut) angkat jempol kepada Pj. Bupati Tapanuli Tengah Sugeng Riyanta.
Pasalnya, Sugeng tanpa tedeng aling-aling melakukan tindakan tegas dalam membenahi aparatur di lingkungannya. Salah satu langkah tegas dan benar yang dilakukan Sugeng, dengan mencopot Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Tapteng yang terindikasi melakukan dugaan korupsi.
Baca juga : Soal Disabilitas, TPN Ganjar-Mahfud: Warga Harus Hilangkan Stigma Negatif
Untuk mengungkap dugaan ini, Sugeng mengumpulkan Kepala Puskesmas se-Kabupaten Tapanuli Tengah dan Bendahara, guna mengklarifikasi adanya dugaan pemotongan dana Biaya Operasional Kesehatan (BOK) sebesar 50 persen dari jumlah 23 Puskesmas yang menerima dana BOS dari Pemerintah Pusat.
"Dalam mengungkap kebenaran, saya tidak ada rasa takut sama apapun. Saya diangkat jadi Pj Bupati Tapteng, salah satunya untuk membersihkan pejabat yang terindikasi korupsi seperti di Dinas Kesehatan Tapteng," kata Sugeng, Rabu (27/12/2023).
Baca juga : Kasus Dugaan Korupsi PT Timah, Kejagung Geledah Tiga Tempat di Bangka Selatan
Diperoleh informasi, Kepala Dinas Kesehatan Tapteng Nursyam diduga melakukan pemotongan dana BOK semenjak tahun 2018. Dan hingga kini, dana BOK itu di realisasikan setiap triwulan dalam setahun oleh pemerintah pusat. Warga Tapteng juga mengaku sudah melaporkan dugaan korupsi ini ke Kejagung RI dan KPK RI di Jakarta.
Ketika dugaan korupsi Kadis Kesehatan Tapteng ini di konfirmasi lampuhijau.co.id kepada Humas KPK Ali Fikri via WhatsApp, yang bersangkutan belum merespons. Namun Sugeng dengan tegas mengatakan, saat ini tim pemeriksa masih bekerja. Dan materi hasil pemeriksaan akan di-ekspose ke masyarakat. (ULI)
Baca juga : Gusinya Bengkak, Irwan Minta Izin Berobat