LampuHijau.co.id - Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman mendorong optimalisasi lahan rawa menjadi sawah produktif untuk meningkatkan produksi pangan nasional, khususnya padi, sehingga Indonesia bisa swasembada beras.
Hal tersebut disampaikan Amran Sulaiman saat menjadi narasumber di Poscast Kabinet & Setkab (PODKABS) yang ditayangkan di akun YouTube Sekretariat Kabinet RI, pada Jumat, 24 November 2023, kemarin.
Amran menyampaikan ada pribahasa meningkatkan produksi tidak semudah membalikkan telapan tangan. "Ini saya balik, meningkatkan produksi semudah membalikkan telapak tangan," ucapnya.
Baca juga : Mampu Tingkatkan Laju Investasi, Pemkot Tangerang Raih Penghargaan
Menurutnya, mindset optimis sangat penting menuju suatu keberhasilan. "Ubah dulu mindsetnya, kalau mindset kita miskin, nantinya gagal. Kalau optimis, insya allah pasti berhasil," ucap Amran.
Apalagi, tambahnya, Indonesia pernah swasembada beras pada tahun 2017, 2019 dan 2020. "Kita pernah swasembada beras, tidak impor beras medium," ucap menteri pertanian pada periode 2014-2019, tersebut.
Maka dari itu, Amran optimis Indonesia bisa swasembada, bahkan ekspor beras. "Kita punya potensi besar. Kita punya lahan rawa kurang lebih 32 juta hektar, yang bisa diubah menjadi sawah 10 juta hektar," ucapnya.
Baca juga : Polisi Ingatkan Pelajar SMPN 2 Kalijati Jauhi Kenakalan Remaja dan Narkoba
Menurutnya, sekarang luas lahan sawah 7,3 juta hektar, jika 10 juta hektar digarap dengan ditaman dua atau tiga kali setahun, maka bisa persiapkan pangan untuk anak cucu hingga 1 miliar penduduk Indonesia.
"Lima tahun ke depan, kalau garap 1 juta hektar per tahun (lahan rawa jadi sawah), maka lima tahun ke depan Indonesia bisa ekspor beras. Tapi, itu harus konsisten. Kalau ganti bupati atau gubernur ganti program, rakyat yang dirugikan," ucap Arman.
Urusan pertanian, tegasnya, bukan hanya Menteri Pertanian saja, tapi urusan semua anak bangsa yang terlibat di sektor pertanian, sehingga perlu berkesinambungan program meskipun bupati dan gubernur ganti. (MGN)