Mentan Amran Yakin Penggunaan Teknologi Bisa Bikin Kaum Milenial Tertarik Jadi Petani

Menteri Pertanian Amran Sulaiman saat menjadi narasumber di Poscast Kabinet & Setkab (PODKABS) yang ditayangkan di akun YouTube Sekretariat Kabinet RI, pada Jumat, 24 November 2023. FOTO: TANGKAPAN LAYAR YOUTUBE SEKRETARIAT KABINET RI/LAMPU HIJAU
Sabtu, 25 Nopember 2023, 16:34 WIB
Jakarta City

LampuHijau.co.id - Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman optimis penggunaan teknologi pada sektor pertanian akan membuat kaum milenial tertarik menjadi petani, karena untungnya besar tanpa harus turun ke sawah.

Hal tersebut disampaikan Amran Sulaiman saat menjadi narasumber di Poscast Kabinet & Setkab (PODKABS) yang ditayangkan di akun YouTube Sekretariat Kabinet RI, pada Jumat, 24 November 2023, kemarin.

Amran menyampaikan pihaknya berdiskusi dengan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim karena di kementerian tersebut terdapat program Merdeka Belajar.

Baca juga : Kapolsek Pabuaran Nemoni Rakyat dengan Kaum Milenial dari Aliansi Musik

"Aku katakan pak menteri ayo gandengan tangan, ini merah putih satu, bendera kita satu, ayo kita kolaborasi, terus gimna caranya? Gunakan teknologi, literasi digital sekarang ini, gunakan itu," ucap Amran.

Menurutnya, penggunaan teknologi akan membuat kaum milenial tertarik terhadap sektor pertanian. "Kalau menggunakan teknologi biaya turun 60 persen, produktivitas bisa dua kali lipat naik," ucap Amran.

Hal tersebut tentunya akan menguntungkan bagi petani. "Manakala menguntungkan dan tidak perlu turun ke sawah kena lumpur, pasti kaum milenial mau jadi petani," ucapnya.

Baca juga : Dengan Tangan Terborgol, Leon Dozan Minta Maaf ke Instansi Polri

Amran mengutarakan gagasnya tentang Gerakan Pemuda Tani Indonesia (Gempita), menggerakkan 2 juta pemuda atau kaum milenial bertani dengan diberikan teknologi.

Program dilaunching tahun 2016 ini berhasil menggerakkan 2 juta petani muda yang tersebar di seluruh Indonesia pada periode 2014-2019 dimana Andi Amran Sulaiman menjadi Menteri Pertanian pertama kalinya.

"Dulu aku gagas Gerakan Pemuda Tani Indonesia, aku gerakkan itu, ada 2 juta terlibat, ayo kita gerak, tapi kita beri teknologi, nih anak muda gunakan teknologi," ujarnya.

Baca juga : Miris, Pedagang Pasar Nangka Bungur Kuasai Trotoar untuk Jualan

Gerakan ini merupakan langkah pemerintah untuk mendongkrak produksi komoditas pertanian yang berorientasi ekspor. Makanya, jika ingin bersaing dengan Thailand dan Jepang, pertanian harus pakai teknologi.

"Tak bisa bersaing dengan Thailand dan Jepang kalau tidak pakai teknologi. Jadi programnya harus pro petani, baik dari teknologi, benih, pupuk, hingga kebijakan terkait impor beras," tegasnya. (MGN)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal