LampuHijau.co.id - Lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) telah lama berkiprah di dunia kemanusiaan. Terhitung 14 tahun lebih mengemban amanah para donatur, untuk disalurkan kepada pihak yang membutuhkan, baik di Tanah Air maupun negara-negara konflik.
Namun, bukan tanpa ujian. ACT belakangan dituding terafiliasi dengan gerakan radikal ISIS dan HTI. Nyatanya, lembaga yang telah banyak menorehkan prestasi di dunia kemanusiaan ke pelosok negeri hingga belahan dunia ini juga tak luput dari serangan hoaks.
Kabar bohong menyasar ACT lewat media sosial. Padahal, ACT sebagai lembaga kemanusiaan terdepan menjunjung transparansi dalam penyaluran donasi yang didapat dari berbagai mitra. Selain itu, ACT juga tersertifikasi oleh pemerintah. Selama ini, ACT selalu menyalurkan bantuan ke tempat-tempat yang membutuhkan dukungan kemanusiaan. Dan untuk pemberitaan, ACT selain memiliki media sendiri juga kerap mengundang media massa baik lokal maupun nasional di berbagai kesempatan.
Baca juga : Gempa Halmahera Selatan, Tim ACT Terus Berupaya Menjangkau Para Korban di Pelosok
Melalui rilis yang diterima media, ACT membantah tudingan kabar bohong tersebut. Selain itu, juga menyayangkan lontaran fitnah tak berdasar yang menyasar ACT.
"Kami menyesalkan adanya informasi tidak akurat beredar di publik yang memfitnah bahwa ACT terafiliasi dengan gerakan radikal dan ilegal di Indonesia. Informasi itu tidak benar dan dapat menyesatkan masyarakat. Kami mengimbau masyarakat, untuk tidak mempercayai dan turut menyebarkan berita hoaks yang disebarkan melalui jejaring media sosial dan WhatsApp Group,” tegas Vice President ACT Ibnu Khajar, Selasa (23/7/2019).
Untuk diketahui, bentuk kepedulian masyarakat Indonesia disalurkan melalui beragam program kemanusiaan dan pengembangan sosial, salah satunya program Pendidikan Tepian Negeri. Program ini bertujuan untuk membangun pendidikan di pulau-pulau terluar dan sejumlah pelosok di Indonesia. Adapun bantuan program Pendidikan Tepian Negeri meliputi beaguru, beasiswa, pembangunan sarana pendidikan di tepian negeri, hingga bantuan perlengkapan sekolah untuk siswa di tepian negeri. Variasi bantuan ini disesuaikan dengan kebutuhan di masing-masing wilayah.
Baca juga : Mangkir Terus dari Panggilan KPK, RY Harus Cepat Ditangkap
Amanah kepedulian untuk saudara sebangsa di pelosok Indonesia terus disampaikan hingga kini. Bantuan pendidikan senantiasa menjangkau warga pelosok yang amat membutuhkan.
"Prinsip dasarnya adalah kita berbuat kebaikan dengan apa yang ada. ACT mengajak masyarakat untuk peduli, tetap memberikan bantuan kepada yang membutuhkan sampai fitnah itu tidak terbukti,” imbuh Ibnu.
Meski begitu, lanjutnya, pihaknya bakal terus menunjukkan karya dan kerja nyata di dunia kemanusiaan, demi membantu orang-orang yang membutuhkan. "Cara memenangkannya adalah berkarya. Kami berharap kepada semua mitra, untuk terus mengajak semua masyarakat untuk menebar kepedulian,” tambahnya. (Yud)