LampuHijau.co.id - Pewarta Foto Indonesia (PFI) kembali menggelar acara pameran foto bertemakan Rekam Jakarta Masa ke Massa di Taman Ismail Marzuki, Cikini Jakarta Pusat. Kegiatan ini berlangsung sejak 17 November dan berakhir Kamis, 23 November 2023.
Pantauan di lokasi foto yang dipamerkan memang mewakilkan keseharian Jakarta. Mulai dari transportasi publik dan segala problemnya. Kehidupan anak punk dan perkembangan pembangunan taman yang ada di Jakarta. Mulai dari pemusnahan bajaj, eksistensi opelet dan sesaknya penumpang kereta Rel Listrik pada zamannya.
Hilman salah seorang panitia kegiatan Rekam Jakarta Masa ke Massa mengatakan, kegiatan ini merupakan kegiatan rutin yang sudah empat kali diselenggarakan. Pertama pada 2019 kegiatan yang sama diadakan di Taman Menteng, kemudian dua tahun berselang tepatnya tahun 2021 kegiatan ini kembali diadakan di Thamrin 10. Kemudian di tahun 2022 kegiatan ini kembali digelar di Lapangan Banteng.
Baca juga : Miris, Pedagang Pasar Nangka Bungur Kuasai Trotoar untuk Jualan
"Tahun ini pameran foto digelar di Galeri Emiria Soenassa dan dibuka oleh mantan Gubernur DKI Jakarta Soetiyoso," ucap Hilman.
Hilam mengatakan kegiatan rutin tahunan ini menjadi ajang pemicu para pewarta foto untuk bisa melahirkan karya karya yang orisinil dan menarik. Pasalnya sebelum dikurasi ada 1.000 foto yang masuk untuk bisa mengikuti pameran ini. Namun setelah dikurasi hanya 140 foto yang didalamnya juga terdapat foto cerita.
"Untuk kurator sendiri ada Edy Purnomo pengajar fotografi dan Yuniadhi Agung, Editor Foto Harian Kompas," ucap Hilman.
Baca juga : Tugas Perdana Kombes Pol Susatyo Purnomo di Jakarta Pusat Berjalan Lancar
Lebih lanjut Hilman mengatakan jika foto yang dipamerkan merupakan foto dari hasil pewarta dalam rentang waktu tahun 1999 sampai 2023.
Annisa, salah seorang pengunjung pameran mengaku kagum dengan sajian ratusan foto yang ada. Pasalnya foto yang ditampilkan beragam dan beberapa foto memiliki alur cerita. Seperti foto-foto anak punk yang nongkrong seenaknya. Kemudian ada juga foto seorang perempuan dalam kamar kos yang seadanya.
"Amazing sih foto fotonya, juga ada nilai sejarah nya dari kereta yang berdesakan, kereta mogok dan bajaj yang sudah tidak berfungsi," ucap perempuan 20 tahun ini. WONG