LampuHijau.co.id - Adalah sesuatu keanehan bila ribuan alat kontrasepsi yakni kondom, ditemukan di selokan atau gorong-gorong di kawasan perkantoran, Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan.
Pertanyaannya sederhana, dari mana ribuan kondom itu bisa ada di selokan tersebut? Susah memungkiri, diduga kuat kondom itu berasal dari pembuangan dari kantor-kantor di sekitar lokasi.
"Kalau ribuan kondom seperti itu ditemukan di selokan kawasan tempat hiburan Mangga Besar, Jakarta Barat masih masuk akal. Ini jadi aneh karena didapati di kawasan perkantoran Kuningan, Jakarta Selatan," kata Direktur Eksekutif Komite Pemantau dan Pemberdayaan Parlemen Indonesia (KP3I) Tom Pasaribu kepada Lamjo Jak, Kamis (18/7/2019).
Kalau ini berasal dari pembuangan perkantoran di kawasan itu, ujar Tom, berarti patut diduga ada yang tidak beres di perkantoran soal seks di kawasan itu. Sebab, sedikit kemungkinan kondom itu dibawa dari tempat lain lalu dibuang ke tempat itu.
Baca juga : MANTAP! Kelurahan Semper Barat Dijagokan Lomba Perpustakaan Tingkat Provinsi
"Ini sebuah fakta yang sangat membuat kita kaget sekaligus miris. Kok bisa ribuan kondom ditemukan di selokan perkantoran Kuningan, Jakarta Selatan. Silakan masyarakat menilainya dengan cermat. Yang pasti, ini sesuatu yang janggal terjadi," papar Tom.
Seperti diketahui, sejumlah pekerja Perusahaan Daerah Pengelolaan Air Limbah (PD PAL) Jaya menemukan ribuan kondom bekas pakai. Kondom itu ditemukan saat mereka membersihkan saluran air limbah di kawasan bisnis Mega Kuningan di Jalan Denpasar, Setiabudi, Jakarta Selatan.
Selain ribuan kondom bekas, ditemukan pula beberapa benda padat lainnya. Seperti gulungan kabel, sampah plastik, pakaian bekas, dan pembalut wanita. Namun, jumlah kondom jauh lebih banyak dibanding jenis limbah lain.
"Sampah yang kami angkut mencapai 10 karung," kata Direktur Utama PD PAL Jaya Subekti, saat meninjau proses pengerjaan pembersihan sampah yang menyumbat saluran perpipaan air limbah di Jalan Denpasar Raya, Setibudi, Jakarta Selatan.
Baca juga : Dipicu Dendam, Para Pemuda di Sawah Besar Serang Pemuda Kartini
Karena itulah, Subekti meminta masyarakat tidak membuang sampah sembarangan. Terutama pada saluran-saluran air, termasuk saluran air limbah. Temuan sampah yang menyumbat saluran perpipaan air limbah menjadi pelajaran berharga, karena sumbatan yang terjadi menyebabkan air limbah meluap ke jalan.
"Penanganannya juga tidak mudah. Saluran perpipaan limbah itu berkedalaman 10 meter. Apalagi, kalau itu sampai terjadi di kedalaman 13 meter yang menjadi pipa paling dalam saat ini," ujar Subekti.
Subekti mengharapkan, masyarakat terbiasa untuk tidak membuang sampah sembarangan baik di toilet maupun manhole saluran.
Sementara, Manager Operasi dan Pemerliharaan PD PAL Jaya Adri Potianti menambahkan, untuk membersihkan sampah-sampah tersebut dikerahkan sebanyak 10 petugas. Ditambah peralatan pendukung berupa rodding, jetter, pompa, vakum, dan takcle.
Baca juga : Peduli Kemanusiaan, BAZNAS Langsung Respons Keprihatinan Guru Honorer
"Jarak antar manhole yang menjadi lokasi sumbatan di sini sekitar 103 meter. Kami sudah mengidentifikasi jarak terdekat pusat sumbatan berada 15 meter dari manhole," kata Adri. (ULI)