LampuHijau.co.id - Yayasan Kusuma Buana akan melebarkan wilayah edukasi terkait penanggulangan HIV Aids ke masyarakat umum. Hal ini dilakukan lantaran masih banyaknya stigma dan diskriminasi masyarakat umum terhadap orang dengan HIV (ODHIV).
Yari, staf media Yayasan Kusuma Buana mengatakan, langkah ini dilakukan setelah pihaknya melihat respon masyarakat umum terhadap ODHIV. Dimana masyarakat masih banyak yang khawatir tertular. Padahal sebenarnya penularan HIV hanya bisa terjadi jika ada kontak fisik.
"Melihat pengetahuan masyarakat tentang HIV yang masih tidak ramah membuat kami tergerak untuk melakukan edukasi," ucap Yari saat ditemui awak media, Rabu (18/10/2023).
Baca juga : Loyalis AHY Berharap Ibu Rumah Tangga Fokus Dengan Pengolahan Sampah
Lebih lanjut Yari menjelaskan bahwa bersentuhan dengan ODHIV tidak serta merta akan tertular HIV. Menurutnya HIV bisa menular jika ada pertukaran cairan tubuh.
"Hal ini yang masih menjadi pekerjaan rumah kami untuk melakukan edukasi," ucap Yari.
Yari mengatakan jika selama ini Yayasan Kusuma Buana telah melakukan edukasi dan sosialisasi kepada populasi kunci.
Baca juga : Farah Puteri Nahlia Bagikan Lima Ribu Paket Beras kepada Masyarakat Subang
"Menurut kami edukasi terhadap populasi kunci sudah maksimal. Ini terlihat dari kesadaran para populasi kunci untuk aware terhadap kesehatannya," tutup Yari.
Sementara itu Advocacy Officer dari yayasan Karitas Sani Mardani (Karisma) Indonesia, Bonike I Mustaqiem mengatakan lebih dari 20 tahun program HIV hanya menyasar populasi kunci. Dampaknya masyarakat umum tidak teredukasi. Buktinya data dari kementerian kesehatan sejak 2021 hingga Mei 2023 ditemukan 5.100 kasus ibu rumah tangga dan ibu hamil yang terpapar HIV AIDS.
"Besar kemungkinan ini terjadi karena tidak adanya edukasi ke masyarakat umum," ucap Bonike.
Baca juga : Kader Diminta Terus Membantu Pelayanan Kesehatan Bagi Masyarakat
Bonike juga meminta agar ekslusifitas layanan untuk ODHIV tidak lagi diutamakan. Maksudnya seperti pengambilan obat ARV. Banyak ODHIV yang mengandalkan orang lain.
"Ekslusifitas layanan terhadap ODHIV harus dihilangkan, jangan terlalu dianak emaskan. Pasalnya masih banyak komunitas lain yang harus mendapat perhatian seperti temen teman difabel," ucapnya.WONG