Polresta Malang Kota Berhasil Bongkar Sindikat Perdagangan Bayi

Polresta Malang Kota membongkar perkara perdagangan bayi via Facebook. (Foto: ist)
Jumat, 15 September 2023, 20:59 WIB
Jakarta City

LampuHijau.co.id - Satuan Reskrim Polresta Malang Kota berhasil membongkar sindikat perdagangan bayi yang melibatkan tiga orang tersangka. Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) tersebut dilakukan melalui forum jual beli pada platform sosial media sosial Facebook dan WhatsApp.

Tiga orang tersangka dalam kasus ini masing-masing ES (19); MF (19), selaku orang tua bayi; dan AL (21), yang berperan sebagai perantara. Ketiganya diamankan Satreskrim Polresta Malang melalui peran serta informasi dari masyarakat.

Berita Terkait : Pilkada 2024, Polres Tangerang Kota Diguyur Dana Hibah 5 Miliar

Seperti yang disampaikan oleh Plt. Kasat Reskrim Polresta Malang Kota Kompol Danang Yudanto, S.E.., S.I.K., saat konferensi pers, Jumat (15/9/2023). "Tindak pidana ini berawal dari informasi masyarakat tentang adanya praktik jual beli bayi pada grup Facebook, yang ditawarkan oleh seseorang melalui perantara," ujarnya.

Dirinya menambahkan, berdasar keterangan para tersangka, modus yang digunakan adalah melalui platform Facebook dengan nama "ADOPSI BAYI BARU LAHIR" dan sebuah grup WhatsApp "Grup adopter dan bumil Amanah". Di sini, para pelaku menawarkan bayi untuk diadopsi dengan tarif Rp 8 juta hingga Rp 18 juta.

Perdagangan bayi ini akhirnya terungkap ketika pelapor bertemu dengan salah satu tersangka di Kec. Lowokwaru, Kota Malang pada 5 September 2023. Bayi tersebut berasal dari Sukoharjo, Jawa Tengah.

Berita Terkait : Wujud Kolaborasi, Pj Wali Kota Tangerang Silaturahmi dengan Berbagai Unsur Masyarakat

"Setelah itu, perantara akan mengambil bayi dari orang tua dan memberikan uang kepada orang tua bayi tersebut," imbuhnya.

Sejumlah barang bukti telah diamankan, termasuk pakaian bayi, buku kesehatan ibu dan anak (KIA), beberapa unit handphone berbagai merek, dan uang tunai sebesar Rp 6.500.000. Kini bayi malang tersebut telah berada di RS di Kota Malang untuk dilakukan perawatan dengan pendampingan dari Dinas Sosial.

Rencana tindak lanjut yang akan dilakukan adalah koordinasi dengan dinas sosial P3AP2KB dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) terkait proses perkara. Atas perbuatannya para pelaku di jerat dengan Pasal 83 UU RI No. 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan Pasal 2 UU No. 21 Tahun 2007 tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang. Ancaman hukuman yang dihadapi adalah penjara minimal 3 tahun dan maksimal 15 tahun.

Berita Terkait : Polresta Cirebon Bersama Pemkab Gelar Gerakan Pangan Murah Bagi Masyarakat

Kepolisian mengimbau kepada masyarakat, agar lebih waspada dengan adanya praktik-praktik ilegal terkait pengadopsian anak. Selain itu, selalu memastikan legalitas proses adopsi melalui Dinsos sesuai dengan ketentuan yang berlaku. (Yud)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal