LampuHijau.co.id - Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi bersama Penjabat (Pj) Gubernur Provinsi DKI Jakarta Heru Budi Hartono, Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso, dan para menteri mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau persediaan beras di Gudang Bulog Sunter Timur II Kelapa Gading, Jakarta.
Sebelumnya, Presiden Jokowi juga meninjau ketersediaan stok cadangan beras pemerintah (CBP) di Gudang Bulog Dramaga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Kunjungan Bapak Presiden ini untuk mengantisipasi fenomena El Nino yang juga dihadapi hampir semua negara, pemerintah memastikan ketersediaan stok beras nasional.
Baca juga : Relawan Bolone Mase dan Bala Gibran Silaturahmi dan Konsolidasi di Cirebon
"Bapak Presiden menyampaikan bahwa stok beras nasional masih aman karena di gudang Bulog stok mencapai 1,6 juta ton. Dalam perjalanan ada 400 ribu tonton. Jadi, jika ditotal stok kita ada 2 juta ton. Biasanya stok hanya 1,2 juta. Jadi, kita tidak usah khawatir akan ketersediaan beras dalam negeri," kata Pras, sapaan akrab Prasetio Edi Marsudi, di Jakarta, Rabu (13/9/2023).
Pada dua kunjungan tersebut, lanjut Pras, sapaan akrabnya, Presiden Jokowi juga menyalurkan beras bantuan pangan kepada keluarga penerima manfaat (KPM). Bantuan pangan untuk masyarakat mulai di salurkan pada bulan ini, September hingga November 2023.
Baca juga : Lukas Sering Ngompol dan Tak Pernah Cebok Usai BAB, KPK Segera Selesaikan
"Setiap bulan kira-kira 210 ribu ton dikeluarkan oleh Bulog untuk bantuan pangan cadangan beras pemerintah tersebut. Kalau stoknya dilihat masih, Pak Presiden akan melanjutkannya. Sehingga masyarakat tidak akan ada yang terdampak dari kenaikan harga beras. Ini komitmen pemerintah menjaga stabilitas pangan, menekan angka inflasi, dan tentunya membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari. Semoga cadangan beras Pemerintah bisa bermanfaat bagi KPM yang menerimanya," imbuh politisi PDI Perjuangan yang juga caleg DPR RI 2024 Dapil 2 meliputi Jakpus, Jaksel, dan Luar Negeri ini. (ULI)