LampuHijau.co.id - Eksistensi Pasar Baru yang telah ada sejak tahun 1820 di kawasan Sawah Besar, Jakarta Pusat mulai ditinggalkan pembeli milenial. Hal tersebut menyusul kurangnya promosi yang tidak dilakukan Sudin Pariwisata dan Kebudayaan Jakarta Pusat terhadap objek-objek sejarah yang ada.
Ketua Asosiasi Ritel Pasar Baru Haresh Hiro Sadhwani meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan lebih memperhatikan lagi ke depan, terhadap keberlangsungan pusat bisnis ritel Pasar Baru. Pasalnya, Pasar Baru ini sudah ada sejak tahun 1820.
"Saya minta, tahun depan dibuatkan acara yang besar di Pasar Baru ini, karena menyambut 200 tahunnya Pasar Baru. 1820 jadi 2020," ungkap Haresh kepada Lamjo Jak di lokasi Festival Pasar Baru, Sabtu (13/7/2019) kemarin.
Baca juga : Diintai Seminggu, Kaki Tangan Bandar Narkoba Akhirnya Dibekuk
Ia juga meminta, agar pemerintah segera melakukan penataan yang lebih serius di kawasan Pasar Baru. Karena sejauh ini, penataan yang ada di pasar baru merupakan hasil swadaya para pemilik toko dan masyarakat pasar baru saja. "Kalo bisa pasar baru sudah indah dan bagus (jelang 200 tahun). Kita akan meriahkan pestanya nanti tahun depan," harapnya.
Wakil Wali Kota Jakarta Pusat Irwandi merespons positif keluhan yang diberikan perwakilan pemilik toko di Pasar Baru itu. Pihaknya ingin membuka kembali sejarah kejayaan Pasar Baru di masanya yang kini telah hilang.
"Dulu sungai di Pasar Baru besar, bisa dilalui kapal. Pasar Baru pusat perdagangan tertua setelah Pasar Senen. Pasar Baru pusat niaga tertua, dulu warga Jakarta belanja ke Pasar Baru. sekarang perekonomian pasar baru menurun," aku Irwandi.
Baca juga : Zulkifli Hasan Sebut Perjuangan Koalisi Adil Makmur Ditentukan Putusan MK
Pemkot Jakpus pun akan kembali mencoba menghidupkan kembali Pasar Baru melalui aspek ekonomi dan budaya. "UKPD harus saling mendukung, kalo hanya budaya (Sudinparbud, red) doang jadi sepi. Sudinpora uji coba lomba dayung. UPK badan air harus dalami lagi sungainya. Sungai-sungai harus dipasangi lampu-lampu jadi bagus. Kita minta ke PJU untuk memasang lampu. Masing-masing UKPD harus membantu," tegasnya.
Irwandi menginstruksikan Sudin Parbud dan Sudin UMKM Jakpus segera mendukung. "Kita ingin kawasan Pasar Baru bangkit lagi. Atap Pasar Baru aja sudah rusak. Saat ini, Kapenko lagi membuat kajian di Pasar Baru, Pasar Senen dan Pasar Tanah Abang," paparnya.
Sementara, Kasudin Pemuda dan Olahraga Jakarta Pusat Teddy Cahyono menambahkan, pihaknya ikut memeriahkan Festival Pasar Baru dengan mengadakan lomba dayung perahu karet. Kegiatan tersebut diikuti oleh peserta regu putra dan putri dari 8 kecamatan di Jakarta Pusat.
Baca juga : Bikin Semrawut, Belasan PKL di Pasar Anyar Tangerang Ditertibkan
"Lomba dayung, tiap regu berisi 8 orang pendayung dari 8 kecamatan. Ada regu putra dan putri mendayung perahu karet di sungai Pasar Baru dengan jarak tempuh lomba 100 meter. Kegiatan ini kerja sama dari Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI)," tutupnya. (RKY)