Hadapi Era Ekonomi Kreatif, Bank DKI dan Pemprov DKI Bekali UMKM

Ilustrasi penggunaan aplikasi QRIS Bank DKI. (Foto: ist)
Minggu, 20 Agustus 2023, 10:35 WIB
Jakarta City

LampuHijau.co.id - Bank DKI dalam kolaborasinya bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebagai bentuk komitmen dukungan dan pemberdayaan UMKM, menggelar program edukasi literasi keuangan yang dikemas dalam pelatihan dengan tema ”Mental Wirausaha dan Literasi Pengelolaan Keuangan Pribadi”.

Program ini diperuntukkan kepada lebih dari 500 pelaku UMKM binaan Suku Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kota Administratif Jakarta Timur atau yang dikenal dengan JakPreneur.

Adapun pelatihan yang telah dilakukan sepanjang periode Juli 2023 ini telah dilaksanakan di 10 wilayah Kecamatan di DKI Jakarta, yakni: Cakung, Duren Sawit, Jatinegara, Pulo Gadung, Matraman, Kramat Jati, Kampung Makassar, Pasar Rebo, Cipayung, dan Ciracas.

Direktur Teknologi & Operasional, merangkap Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Utama Bank DKI Amirul Wicaksono melalui keterangan tertulis menyampaikan, program pelatihan literasi keuangan tersebut merupakan komitmen Bank DKI untuk mendorong para pelaku UMKM, agar siap menghadapi tantangan dan menyambut peluang di era ekonomi yang semakin kompetitif.

Baca juga : Beri Pelatihan Ekonomi Kreatif, AKBP Sumarni Sosok Peduli Kaum Milenial

”Dengan pengetahuan dan keterampilan yang lebih baik dalam pengelolaan keuangan, diharapkan UMKM dapat mengelola usaha secara lebih efisien dan berkualitas, sehingga meningkatkan daya saing serta dapat tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan,” ujar Amirul di Jakarta, Minggu (20/8/2023).

Sebagai informasi, Bank DKI mencatatkan penyaluran KUR pada tahun 2022 sebesar 100 persendari kuota atau sebesar Rp 1,15 Triliun kepada kurang lebih 6.023 pelaku usaha UMK dan Mikro. Untuk tahun 2023, Bank DKI mendapatkan porsi sebesar Rp 2,8 Triliun dengan rincian alokasi konvensional sebesar Rp 2 triliun, dan Syariah sebesar Rp 800 miliar.

Lebih lanjut Amirul menegaskan, Bank DKI akan terus berkomitmen bukan hanya memperluas akses kredit/pembiayaan, melainkan juga terus mendorong pemberdayaan dan melakukan pendampingan agar UMKM dapat tumbuh dan berkembang dalam menopang perekonomian daerah dan nasional.

“Program yang telah berjalan merupakan pilot project dan kedepannya akan dilanjutkan ke wilayah DKI Jakarta lainnya," imbuh Amirul.

Baca juga : Bunda Neneng Ingatkan Pemprov DKI Serius Cari Solusi

Menurut Kasudin PPKUKM Jakarta Timur Derlina Melinda Sagala, kegiatan tersebut juga merupakan wujud implementasi Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta No. 2 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Pengembangan Kewirausahaan Terpadu.

"Pelatihan diisi oleh para pakar kewirausahaan, praktisi perbankan, praktisi UMKM dan kewirausahaan dari Bank DKI serta pendamping JakPreneur Pemprov DKI Jakarta. Para pelaku UMKM/Jakpreneur yang turut hadir juga merasa mendapatkan manfaat besar dari kegiatan pelatihan ini, dan berharap pelatihan kewirausahaan sejenis dapat diadakan lebih sering dan rutin," tandasnya.

**Dukung UMKM Melalui Digitalisasi**

Selain dari sisi permodalan, Bank DKI juga aktif mendukung pelaku UMKM melalui program digitalisasi pasar di DKI Jakarta, khususnya pasar kelolaan Perumda Pasar Jaya. Bank DKI turut menghadirkan ekosistem pembayaran melalui aplikasi JakOne Abank, implementasi QRIS, hingga digitalisasi pembayaran di fasilitas lainnya dalam lingkungan pasar, yang diharapkan dapat mendorong penerapan transaksi nontunai.

Baca juga : Kasi Penkum Kejati Banten Dituding Melawan UU Pers

Dalam hal solusi layanan digital, Bank DKI juga terus mengembangkan aplikasi JakOne Mobile sebagai super apps dengan berbagai fitur layanan digital yang dapat mengakomodir berbagai kebutuhan transaksi keuangan harian. Khususnya bagi para pedagang maupun pengunjung pasar, seperti pembayaran berbagai tagihan, pajak, retribusi, belanja online, top up uang elektronik, hingga transaksi QRIS.

Sekretaris Perusahaan Bank DKI Arie Rinaldi menambahkan, berbagai terobosan digitalisasi yang dilakukan Bank DKI, diharapkan memberikan manfaat perluasan inklusi keuangan di DKI Jakarta melalui transaksi nontunai, salah satunya kemudahan dalam mengajukan kredit ataupun pembiayaan.

”Bank DKI juga menyediakan e-form dan aplikasi digital lending sebagai bagian proses digitalisasi, dalam rangka memaksimalkan proses kredit dan pembiayaan bagi nasabah," tutup Arie. (ULI)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal