Angkutan Umum Jakarta Segera Diremajakan

Kamis, 11 Juli 2019, 20:11 WIB
Jakarta City

LampuHijau.co.id - Pemprov DKI Jakarta diminta segera meremajakan angkutan umum di Ibu Kota. Peremajaan armada dan revitalisasi rute dibutuhkan untuk optimalisasi program Jak Lingko, guna merangsang warga untuk beralih menggunakan angkutan umum.

"Untuk meningkatkan layanan angkutan umum agar diminati memang harus ada peremajaan armada angkutan umum. Bahkan, beberapa operator ada yang berinisiatif meremajakan angkutannya, seperti di jurusan Tanah Abang-Kota," ujar Ketua Organda DKI Jakarta Shafruhan Sinungan di Jakarta, Kamis (11/7/2019).

Selama ini, lanjutnya, pada prinsipnya operator angkutan bus mendukung program Jak Lingko yang menyentuh peremajaan armada. Namun, pemerintah selama ini tidak mendukung dan justru malah membinasakan, seperti yang terjadi pada revitalisasi angkutan bus sedang Metromini beberapa waktu lalu. Di mana, PT Trasnportasi Jakarta (Transjakarta) mewajibkan pembayaran uang muka Rp150 juta dan menempatkan bus pengadaannya di trayek existing bus sedang, ketika pengusaha tidak sanggup membayar uang muka tersebut.

Baca juga : Angka Pengangguran Turun, Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Tetap Terjaga Baik

"Untuk meremajakan angkutan dalam program Jak Lingko itu kan kontraknya operator ke Transjakarta. Nah, Transjakarta kontrak ke pemerintah. Saya dengar bus sedang sudah tayang di e-katalog. Tinggal Transjakarta meng-click dan kita (operator) bisa bergabung," katanya.

Anggota komisi B DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, menilai bahwa peremajaan angkutan umum memang seharusnya dilakukan berbarengan dengan program Jak Lingko. Namun, peremajaan itu harus diserahkan kepada operatir, PT Transjakarta cukup memberikan spesifikasinya.

"Kalau memang operator sanggup meremajakan, ya jangan dipersulit. Terpenting, masyarakat mendapatkan fasilitas transportasi yang aman, nyaman, dan tepat waktu," ucap Yuke.

Baca juga : Colong Pakaian Dalam Wanita, Bencong Berjilbab Ditelanjangi di Neglasari

Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan, saat ini masih ada konflik antara angkutan umum dan Transjakarta. Dia pun menyatakan akan memperkuat petugas dilapangan. Sehingga, kebiasaan angkutan ugalan dan konflik di rute yang sama bisa diminimalisir. Padahal, mereka memiliki rute tersendiri, ada Transjakarta yang menjadi backbone atau tulang punggung angkutan jalan. Kemudian trayek sistem reguler seperti kopaja metromini dan Angkot menjadi feedernya.

"Jadi, terhadap kodisi ini kita terus menggiatkan penertiban, karena kita harapkan bahwa seluruh operator angkutan itu melayani angkutan atau rutenya sesuai dengan yang telah ditetapkan. transjakarta memiliki rute yang sudah ditetapkan," kata Syafrin.

Syafrin menjelaskan, untuk mengatasi masalah tersebut pihaknya akan mesinergikan seluruh jaringan layanan ada. Menurutnya, revitalisasi rute dan angkutan itu dibutuhkan untuk mengoptimalkan atau mensukseskan Jak Lingko. Dia berharap program ini didukung operator. "Dalam revitalisasi angkutan itu ada re-routing kemudian kedua ada replacment penggantian armada. Tentu armada yang udah gak laik jalan kita dorong diremajakan," ungkapnya.

Baca juga : Jelang HUT Jakarta ke-492, Para Wali Kota Ziarah Kubur

Pejabat yang baru saja dilantik itu menuturkan, sebenarnya dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 Tahun 2015 sudah diatur pembatasan usia kendaraan di Jakarta, yakni maksimal 10 tahun. Dirinya akan mendorong agar aturan tersebut segera diimplementasikan, tetapi dalam konteks mereka operator existing terbantu untuk meremajakan.

Selama ini, lanjut Syafrin, para operator kesulitan pendanaan dalam melakukan peremajaan. Dia berjanji akan membantu masalah pembiayaan tersebut. "Kita akan fasilitasi sehingga peremajaan itu berjalan semua," imbuhnya. (ULI)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal