Pengamat: Penggunaan E-TLE Sudah Tepat

Ilustrasi tilang elektronik. (Foto: net)
Kamis, 11 Juli 2019, 14:10 WIB
Jakarta City

LampuHijau.co.id - Menurut pengamat transportasi, Darmaningtyas, penggunaan teknologi dalam pengawasan dan penegakan hukum di bidang lalu lintas sudah tak dapat dihindari lagi. Pasalnya, ini merupakan sebuah tuntutan dan kebutuhan zaman yang mau tak mau harus dijawab agar tak tidak usang alias kuno.

"Sekarang eranya teknologi, pengawasan dan penegakan hukum di bidang lalu lintas juga harus bisa berkembang. Hal ini tidak dapat dihindarkan lagi," kata Darmaningtyas kepada wartawan melalui sambungan telepon di Jakarta, Kamis (11/7/2019) pagi.

Baca juga : Gegara Ini, Proses Melahirkan Aura Kasih Dipercepat

E-TLE atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) merupakan inovasi jitu Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya dalam menurunkan angka pelanggaran lalu lintas, yang menjadi penyebab kecelakaan. "Ini inovasi jitu yang patut dikembangkan guna mengawas dan menindak pelanggar demi menyukseskan tahun keselamatan berlalu lintas. Jadi penggunaan E-TLE itu sudah tepat," ucapnya.

Ia menjelaskan, turunnya angka pelanggaran dan kecelakaan didukung dengan konsistensi penindakan hukum kepada para pelanggar. "Jika tegas dan konsisten sanksinya maka kecenderungan masyarakat untuk tertib dalam berkendara di jalan raysa dapat terus didorong," ujarnya.

Baca juga : Satu Panggung, Syahrini dan Luna Maya Adu Gaya

Tingginya angka pelanggaran dan kecelakaan membuatnya prihatin dan terus getol mendukung program keselamatan secara masif. "Kami sangat mendukung dan mengapresiasi setiap program pemerintah melalui Kepolisian demi mendukung tercapainya budaya selamat dalam berlalu lintas," tegasnya.

Iapun optimis inovasi ini dapat memangkas keberadaan anggota Polantas di jalan raya. "Jika di Malaysia itu nggak ada kita lihat polisi berdiri di jalan, lalu lintasnya dibangun secara sistematis dan didukung oleh tenologi canggih," jelasnya.

Baca juga : Pengangkatan 21 Penyidik KPK Dinilai Tanpa Seleksi Ketat

Menurutnya, penggunaan E-TLE bukan kali ini saja masuk ke Indonesia. "Tahun 2017 lalu E-TLE sudah masuk di Indonesia yaitu di Semarang, waktu itu saya naik angkutan umum pas saya minta lewati sebuah jalur si sopir langsung ngomong jika di rute tersebut sudah terpasang kamera E-TLE," tuturnya.

Ia optimis, E-TLE dapat memberikan perubahan sikap dan perilaku positif para pengendara di jalan raya. "Saya optimis dengan inovasi ini (E-TLE) demi membangun budaya tertib berlalu lintas di Jakarta dan Indonesia," tutupnya. (FRK)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal