Hari Bhakti Adhyaksa ke-63, Presiden Jokowi: Jangan Ada Oknum Jaksa Permainkan Hukum

Peringatan HBA ke-63 di Lapangan Badiklat Kejaksaan, di Ragunan, Jakarta Selatan, Sabtu (22/7/2023). (Foto: Dokumen Puspenkum Kejagung)
Sabtu, 22 Juli 2023, 20:56 WIB
Jakarta City

LampuHijau.co.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengapresiasi kinerja Kejaksaan yang terus mengalami peningkatan dan kepercayaan publik, hingga mencapai 81,2 persen tingkat kepercayaan publik.

Hal itu diungkapkan Presiden Jokowi dalam sambutannya sebagai Inspektur Upacara pada Upacara Peringatan Hari Bhakti Adhyaksa (HBA) ke-63, di lapangan Badan Pendidikan dan Latihan (Badiklat) Kejaksaan di Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Sabtu (22/07/2023).

Menurut Presiden, ini (persentase tingkat kepercayaan publik) adalah angka tertinggi dalam kurun 9 tahun terakhir. "Saya mengucapkan selamat, namun tetap hati-hati. Sebab mempertahankan/meningkatkan kepercayaan masyarakat itu tidak gampang. Jangan cepat berpuas diri," tegasnya.

Baca juga : Hari Bhayangkara ke-77, IPDA Carya Hanija Dapat Potongan Cake dari Kapolres Subang

Jokowi berpesan, kepercayaan masyarakat harus dipertahankan dan ditingkatkan. Caranya, dengan kian baiknya kinerja, melalui kerja-kerja sistematis dan terlembaga, serta melakukan transformasi terencana dan komprehensif dari pusat ke daerah.

Sambungnya, kepercayaan publik yang tinggi menjadi modal penting untuk melakukan transformasi, menggerakkan reformasi Kejaksaan di semua aspek, juga meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui perekrutan jaksa yang selektif, lewat pelatihan intensif, meningkatkan standar etika, profesionalitas, dan integritas jaksa.

Jokowi juga mengapresiasi kerja keras dan kinerja Kejaksaan dalam pengembalian kerugian negara yang cukup signifikan, dalam beberapa tahun terakhir ini. Presiden juga berharap, Kejaksaan mampu terus meningkatkan kinerjanya dan memperoleh kepercayaan masyarakat yang tinggi. Selain itu, Presiden berpesan untuk terus meningkatkan efektivitas kerja, digitalisasi, mengoptimalkan pemanfaatan teknologi informasi, mempermudah akses masyarakat pada pelayanan hukum, meningkatkan keterbukaan informasi, serta responsif menangani laporan-laporan masyarakat.

Baca juga : Bukti Kurang Kuat, Dedi: KPK Jangan Politisasi Hukum

“Aparat yang bersih dan akuntabel itu wajib. Perbaiki terus akuntabilitas aparat dan pelayanan kepada masyarakat. Jangan ada oknum aparat Kejaksaan yang mempermainkan hukum, menitip rekanan proyek, menitip barang impor, dan berbagai tindakan tidak terpuji lainnya," lanjutnya.

Selanjutnya, Presiden menyampaikan, peran jaksa sebagai pengacara negara sangat penting untuk melindungi kepentingan negara, mencegah penyalahgunaan keuangan negara, mempertahankan dan mengembalikan aset negara, termasuk menyelesaikan sengketa tanah negara dan sengketa perdagangan internasional.

Menutup sambutannya, Presiden Jokowi menuturkan bahwa amanat yang disampaikannya tidak hanya berlaku untuk aparat Kejaksaan, namun juga untuk seluruh aparat penegak hukum lainnya, termasuk Kepolisian Negara RI, KPK, pengawas, dan auditor pada tingkat pusat dan daerah.

Baca juga : Sambut Hari Bhakti Adhyaksa ke-62, Kejari Subang Gelar Anjangsana dan Bakti Sosial

“Selamat Hari Bhakti Adhyaksa, selamat menegakkan hukum, selamat menjunjung tinggi keadilan, serta selamat berjuang untuk kepentingan rakyat dan negara,” ucap Presiden.

Upacara peringatan HBA ini juga dihadiri Jaksa Agung ST Burhanuddin, Ketua Komisi III DPR RI Bambang Wuryanto, Panglima TNI Laksamana Yudo Margono, Kepala Kepolisian Negara RI Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo, Menteri Keuangan RI Sri Mulyani, Kepala BPKP Muhammad Yusuf Ateh, Ketua Komisi Kejaksaan RI Barita Simanjuntak, Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nawawi Pomolango.

Selain itu, juga dihadiri Purna Jaksa Agung, yakni Abdul Rahman Saleh, Hendarman Supandji, HM Prasetyo. Lalu, Purna Wakil Jaksa Agung, yakni Darmono, dan Ketua KBPA Noor Rochmad. (Yud)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal