DPRD DKI Minta Harga Sewa Lapak di PRJ Jangan Memberatkan Pelaku UMKM

Foto: DPRD DKI Jakarta
Jumat, 16 Juni 2023, 11:05 WIB
Jakarta City

LampuHijau.co.id - Baru dua hari digelar. Jakarta Fair Kemayoran (JFK) atau Pekan Raya Jakarta (PRJ) 2023 sudah jadi perbincangan. Penyebabnya, pengakuan pedagang kerak telor yang mengaku harus membayar Rp 18 juta untuk bisa berdagang di event pameran terbesar di Asia Tenggara tersebut. Biaya tersebut untuk sewa stand atau lapak selama 33 hari, selama PRJ 2023 berlangsung.

Anggota DPRD DKI Jakarta, Gilbert Simanjuntak mengatakan, tarif sewa stand tersebut terlalu mahal. Apalagi jika dikenakan kepada pelaku Usaha, Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). “Itu (biaya sewa Rp 18 juta) terlalu mahal. Seharusnya diperhitungkan, apakah dengan biaya sebesar itu mereka akan mendapatkan untung,” katanya, Jumat (16/6).

Baca juga : Pj. Gubernur DKI Harus Segera Angkat Kadis Kesehatan yang Paham Manajemen Pelayanan

Anggota Komisi B Bidang Perekonomian yang membawahi UMKM ini bilang, tujuan diadakannya Jakarta Fair ini untuk membantu warga. Namun jika harga sewa stand terlalu mahal, justru akan memberatkan.

Tidak hanya kepada pedagang tapi juga pembeli. Dengan harga sewa yang tinggi, pedagang akan menaikkan harga jual. “Warga kan sudah bayar pajak, seharusnya disubsidi, apalagi ini pedagang kerak telor,” ujar Gilbert.

Baca juga : Polsek Pabuaran Siap Layani Penitipan Kendaraan Gratis Bagi Pemudik

Namun begitu, dia meminta kabar tersebut dicek kebenarannya. “Apakah benar sewa stand UMKM sebesar itu?” tanya dia. Sebab, menurut Gilbert, Pj Gubernur Heru yang menginginkan UMKM maju, tentu tidak akan tinggal diam.

“Gubernur sekarang kan tidak seperti gubernur sebelumnya. Sekarang sering turun ke lapangan, pasti tahu apa yang dikeluhkan warga,” tandasnya. (DRS)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal