LampuHijau.co.id - Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Provinsi Lampung Reihana Wijayanto mengaku takut jatuh, saat meninggalkan Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (22/5/2023) sekitar pukul 12.30 WIB.
Saat ditanya awak media yang menyemut, pejabat dengan ciri khas jambul hijabnya ini irit bicara. "Permisi ya, saya lewat dulu ya," ujarnya sambil berupaya membelah kepungan para wartawan, usai memberikan klarifikasinya ke KPK.
Langkahnya tersendat akibat kepungan para awak media. Meski dia sudah dibantu dua orang petugas keamanan KPK, Reihana tetap sulit berjalan hingga mengaku takut terjatuh. "Nanti jatuh, nanti jatuh," lanjutnya lagi.
Baca juga : Bareskrim Mangkir Lagi, LP3HI Ngaku Sangat Kecewa
Kedatangannya Senin pagi ke KPK adalah yang kedua kalinya, guna klarifikasi Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN). Dia mengaku sudah melaporkan semuanya kepada tim pemeriksa.
"Sudah dilaporkan semua, permisi," ujarnya.
Sebelumnya, KPK menyebut bahwa LHKPN Reihana bermasalah sejak dua tahun terakhir. Deputi Pencegahan dan Monitoring KPK Pahala Nainggolan mengungkapkan, pada 2021 Reihana pernah dipanggil Tim Kedeputian Pencegahan KPK. Saat itu, ia diminta klarifikasi soal LHKPN yang disetorkannya. KPK menemukan adanya kejanggalan dalam LHKPN Reihana.
Baca juga : Jalin Kolaborasi, Bank DKI Teken MoU dengan Bank Maluku Malut
"Dia pernah kita panggil tahun 2021. Tapi yang 2021 kan nggak seseru yang sekarang. Saya lupa kenapanya. Tapi masih LHKPN, dipanggilnya klarifikasi LHKPN," ujar Pahala, Rabu (10/5/2023).
Sementara pada Senin (8/5/2023), Reihana juga diminta klarifikasi soal LHKPN-nya. KPK pun menemukan banyak kejanggalan dari kekayaan yang dilaporkannya. Ada ketidaksesuaian dari keterangan Reihana dengan LHKPN. Pada penyidik, Reihana mengaku LHKPN-nya bukan diisi sendiri, melainkan oleh stafnya.
"Karena yang kemarin, dia ternyata LHKPN-nya dibikin sama stafnya, makanya lima tahun jumlahnya nggak berubah dia nggak tahu," jelas Pahala kepada wartawan, Selasa (9/5/2023).
Baca juga : Polres Subang Gelar Vaksinasi Covid-19 di Rawalele, Kades: Sangat Bagus
Kata Pahala, pihaknya tak mempersoalkan alasan yang diungkapkan Reihana. Karena KPK fokus pada harta kekayaan milik Reihana, yang dinilai tidak sesuai dengan profil dan jabatan yang diembannya saat ini sebagai Kadinkes Provinsi Lampung.
Selain itu, imbuhnya, pihaknya telah mengantongi data perbankan Reihana. Ternyata, hanya satu rekening yang dilaporkan dalam LHKPN, dari enam rekening bank yang dimiliki. (Yud)