LampuHijau.co.id - Tak berselang lama setelah Mahkamah Konstitusi (MK) mengumumkan sidang Permohonan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pilpres 2019, Presiden Joko Widodo (Jokowi) pergi ke Osaka, Jepang. Ia menghadiri pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20.
Dalam acara itu Jokowi mendapat banyak ucapan selamat atas terpilihnya kembali sebagai Presiden RI periode 2019-2024. Ucapan selamat itu disampaikan sejumlah kepala negara yang juga menghadiri KTT G20.
Baca juga : Motivator Keturunan Tiongkok Bilang Indonesia Bakalan Bubar
Namun di media sosial justru beredar foto dengan narasi sebagai berikut: “nasib jadi presiden hasil dimenangkan ya begini. di negeri sendiri dibenci rakyatnya, di negara lain diasingkan. semua akan melongo pada waktunya.” “Di Jepang Plonga-Plongo Sendiri, Gak Ada yang Kasih Ucapan Selamat. Katanya Sih Udah Menang.”
Kabar itu pun dibantah Kepala Protokol Negara Andri Hadi yang mendampingi dan berada dekat dengan Jokowi. Dia mengatakan bahwa hampir semua kepala negara/kepala pemerintahan yang bertemu Presiden Jokowi menyampaikan ucapan selamat. Hal itu disampaikan Andri dalam keterangan tertulis Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin.
Baca juga : Takut Ditanya Kapan Kawin? Ada Nih Jasa Pacar Sewaan
“Congratulation, congratulation,” ujar Andri menirukan ucapan pertama para kepala negara/kepala pemerintahan ketika bertemu Jokowi.
Ucapan tersebut menyusul hasil keputusan sidang sengketa Pilpres 2019. Dalam putusan yang dibacakan Kamis (27/6) malam, MK menolak seluruhnya permohonan gugatan yang diajukan Tim Hukum Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.
Baca juga : Masa Tenang, Jokowi dan Sandi Pilih Umrah
Andri menuturkan, ucapan tersebut disampaikan dalam berbagai kesempatan di sela-sela perhelatan KTT G20, seperti pada saat menunggu official welcome dan family photo, maupun ketika para kepala negara/kepala pemerintahan akan memulai Leaders Side Event. Para kepala negara/kepala pemerintahan yang memberikan ucapan selamat kepada Jokowi yaitu Presiden Amerika Serikat Donald Trump, PM Jepang Shinzo Abe, Putra Mahkota Kerajaan Saudi Mohammad bin Salman. Kemudian PM Kanada Justin Trudeau, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, PM Australia Scott Morrison, PM Belanda Mark Rutte, Presiden Prancis Emmanuel Macron, PM Italia Giuseppe Conte, PM Inggris Theresa May, PM India Narendra Modi dan Presiden Spanyol Pedrosan Chez. Selain itu, Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde dan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres. (LHTJ/NET)