Sidang Gugatan Praperadilan Lukas Enembe terhadap KPK

KPK Tuding Dokter Pribadi Lukas Bohong

Sidang gugatan praperadilan Lukas Enembe dengan kesaksian Dokter Anton T. Mote, dokter pribadi yang juga Kepala RSUD Jayapura, Jumat (28/4/2023). (Foto: yud)
Kamis, 27 April 2023, 17:40 WIB
Jakarta City

LampuHijau.co.id - Kepala Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jayapura dr. Anton T. Mote dituding berbohong atau bersaksi tidak sesuai fakta oleh Tim Biro Hukum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (28/4/2023). Tudingan itu saat dia mengaku tidak bertemu dengan Gubernur Papua nonaktif Lukas Enembe selama tiga pekan pasca dibawa KPK.

Pernyataannya dikemukakan kala dirinya menjadi saksi fakta dalam sidang praperadilan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan.

Diketahui, Lukas Enembe dijemput paksa petugas KPK dan diterbangkan ke Manado lalu ke Jakarta pada Selasa malam, 10 Januari 2023. Selanjutnya, dibawa ke Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto (RSPAD), Jakarta guna pemeriksaan kesehatan.

Anton Mote yang juga merupakan dokter pribadi Lukas, diketahui datang ke Gedung Merah Putih KPK untuk menjenguk Lukas Enembe pada 16 Januari 2023. Maka atas kesaksiannya ini, pihak KPK selaku Termohon meminta kepada Hakim Tunggal Hendra Utama Sutardodo untuk mencatatnya.

Baca juga : Pengacara Lukas Enembe Serang KPK Lagi Soal Kesehatan Kliennya

"Saudara tadi, saya menanyakan benar atau tidak, tadi menjawab pertanyaan dari Pemohon (Tim hukum Lukas), tiga minggu setelah keluar dari RSPAD Gatot Soebroto baru menjenguk Bapak Lukas, betul?" tanya pihak KPK. "Iya," singkat dr. Anton Mote.

Selanjutnya, Tim Biro Hukum KPK yang dipimpin Iskandar Marwanto ini meminta izin hakim menyerahkan bukti kehadiran Anton Mote di Gedung KPK pada 16 Januari 2023. Bukti tersebut berupa print foto dan keterangan detail atas hadirnya Anton Mote di KPK menjenguk Lukas.

Lantas hakim menyarankan agar hal tersebut dilaporkan pada kesimpulan nanti. "Baik, Yang Mulia," jawab pihak KPK.

Dalam kesaksiannya, Anton Mote menerangkan, dirinya ditunjuk sebagai dokter yang menangani Lukas sejak 2012 silam, berdasarkan Surat Keputusan (SK). Diceritakannya, pada 2013 Lukas sudah memiliki penyakit diabetes melitus tipe dua, kolesterol, gangguan ginjal kronis, gangguan jantung, dan lainnya.

Baca juga : Sidang Praperadilan Lukas Enembe, KPK Minta Mundur 3 Minggu

Kemudian diserang strook pada 2015. "Hingga kini sudah empat kali Bapak Lukas kena strook. Terakhir, September 2022," ujar Anton Mote. Selain itu, imbuhnya, Lukas juga menderita atropi pada otak. Artinya, otaknya mengecil yang menyebabkankan gangguan pada syaraf di kepala. Imbasnya, Lukas mengalami inkombinasi, yang membuatnya tidak bisa berjalan secara normal.

"Kalau berjalan itu tidak bisa lurus," terangnya.

Komplikasi penyakit tersebut, membuat Lukas harus selalu diawasi oleh tim medis, baik di rumah maupun di kantor dinas gubernur. Lanjutnya, Lukas juga beberapa kali ke RSUD Jayapura, baik untuk perawatan maupun terapi penyakitnya.

Selain itu, sambunganya, Lukas juga beberapa kali berobat ke Mount Elisabeth Hospital di Singapura. Bahkan sempat menjalani operasi katup jantung di rumah sakit tersebut. Dia juga menerangkan alasan Lukas selalu memilih Mount Elisabeth Hospital untuk berobat.

Baca juga : Pentingnya Kepuasan Pelanggan Terhadap Jasa Pengiriman Produk Online Shop

"Pengakuannya, dia merasa lebih baik usai berobat di sana," imbuhnya. (Yud)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal