Kecamatan Cempaka Putih Beri Ruang Ekspresi Kepada Kaum Difabel

Sabtu, 29 Juni 2019, 02:45 WIB
Jakarta City

LampuHijau.co.id - Kaum difabel saat ini dapat tersenyum lebar. Pasalnya, Pemprov DKI Jakarta kini memfokuskan fasilitas publik yang ramah untuk kaum difabel. Untuk itu, Pemprov melalui kecamatan dan kelurahan memfasilitasi kaum difabel dengan memberikan ruang berekspresi melakui seni lukis dan warna.

Seperti yang ditemui di sepanjang Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Cempaka Putih Timur, Kecamatan Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Jumat (28/6/2019). Puluhan kaum difabel dari Saraswati Learning Center melukis dan mewarnai tembok putih yang ada di pinggir jalan tersebut.

Sebelumnya, tembok itu rusak lantaran banyak tindakan vandal berupa coretan di dinding. Melihat kondisi tersebut, Camat Cempaka Putih memerintahkan Lurah Cempaka Putih Timur untuk menyulap tembok yang terlihat kumuh menjadi indah. Selanjutnya, Kelurahan Cempaka Putih Timur menggandeng Saraswati Learning Center untuk merubah tembok menjadi karya seni bagi kalangan difabel di Cempaka Putih.

Baca juga : Ramadan Barokah, Ring 1 Gelar Bukber dan Santunan

Camat Cempaka Putih Andri Ferdian didampingi Lurah Cempaka Putih Timur Shinta Purnama Sari mengatakan, sebelumnya tembok tersebut dikotori oleh tindakan vandal atau penuh coret-coret tanpa makna. "Saya perintahkan PPSU untuk merapihkan. Kemudian, Lurah mengajak Saraswati Learning Center (SLC) mengadakan kegiatan wadah berekspresi kepada anak berkebutuhan khusus (ABK). Kita memberikan ruang kepada mereka, kaum difable. Saraswati mendanai dari subsidi silang, mereka mencari donatur untuk membiayai ABK yang kurang mampu di Cempaka Putih," ungkapnya di lokasi kepada Lamjo Jak, Jumat (28/6).

Camat mengapresiasi peran SLC, dalam mendidik para difable menjadi orang kreatif dan memiliki potensi tinggi setara dengan masyarakat pada umumnya. Lembaga Saraswati Learning Center telah bersinergi dengan kecamatan, terlebih saat ini Gubernur DKI Jakarta Anies Rasid Baswedan fokus terhadap kaum disabilitas.

"Saya apresiasi lembaga Saraswati Learning Center karena dapat memfasilitasi anak berkebutuhan khusus. Tidak ada perbedaan antara mereka dan orang normal. Mereka harus dikasih ruang kegiatan dan wadah, karena mereka mampu seperti orang normal. Kedepan kebijakan fasum dan fasos pemda akan ramah kepada kaum difable," paparnya.

Baca juga : Pasca Pengumuman Hasil Pemilu, Plt. Bupati Berharap Wilayah Kabupaten Bekasi Tetap Kondusif

Di lokasi yang sama, Lurah Cempaka Putig Timur Shinta Purnama Sari menambahkan, dengan adanya gambar mural ini bisa menjadi objek foto dan memperindah kawasan Jalan Ahmad Yani. "Pembuatan mural ini pertama kali di Cempaka Putih Timur, apalagi yang gambar kaum disabilitas. Bisa jadi objek foto Selfi juga loh di sini," tambahnya.

Sementara, pendiri sekolah difabel Saraswati Learning Center, Reshma Wijaya Bhojwani, mengatakan langkah ini sebagai bentuk kerja sama pihaknya dengan pemerintah. Dengan memberikan hasil karya ini, diharapkan dapat mengubah mainset orang ketika melihat kaum difabel.

"Di balik kekurangan, mereka mampu memberikan sentuhan gambar mural. Ini bisa dilihat dari mural berisi pesan moral yang ada saat ini. Bukan mereka tidak bisa, justru kaum difabel itu dapat berkarya. Gambar warna warni ini mengartikan kita bermacam macam tapi tetap satu," tutup pelopor wanita yang memiliki 90 murid difabel ini. (RKY)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal