Kubu Helmut Hermawan Bongkar Fakta Tudingan Pemalsuan Tanda Tangan dan Sosok Mantan Pengacaranya

Ilustrasi pemalsuan tanda tangan. (Foto: net)
Selasa, 18 April 2023, 01:06 WIB
Jakarta City

LampuHijau.co.id - Mantan Direktur PT Citra Lampia Mandiri (CLM), Thomas Azali membantah dirinya memalsukan tanda tangan Jumiatun Van Dongen dalam sengkarut kasus PT Asia Pacific Mining Resources (APMR) dan Helmut Hermawan. Thomas sebelumnya dilaporkan Jumiatun melalui suaminya Willem Jan Van Dongen ke Bareskrim Polri.

"Jadi, laporan yang seperti kita baca di berita, dari Jumiatun, bahwa ada pemalsuan tanda tangan itu sama sekali tidak benar," kata Thomas kepada wartawan di Jakarta, Senin (17/4/2023).

Baca juga : Ketua RW 01 Glodok Denny Bagikan Ratusan Takjil pada Warga dan Pengendara

Ia menegaskan bahwa sejak tahun 2000, dirinya telah ditunjuk sebagai direktur PT APMR. Mulai dari namanya Asia Pasific Mining lalu berubah nama menjadi PT APMR pada tahun 2005. Dia menjalankan perusahaan tersebut sekaligus memegang saham.

Dikarenakan PT APMR tidak memiliki tambang, kata dia, pada tahun 2007 itu perusahaan mengakuisisi salah satu tambang nikel di Sulawesi, milik Citra Lampia Mandiri. "Yakni tambang untuk bijih besi, nah itu kita PT APMR Asia Pasific Mining Resources pemegang saham 85 persen, sisanya 15 persen itu adalah partner lokal yang namanya Bapak Isrullah," terangnya.

Baca juga : Kuasa Hukum Helmut Hermawan Bongkar Dugaan Pemerasan oleh Wamenkumham

Thomas menyebut  yang sebenarnya dapat diduga melakukan pemalsuan tanda tangan adalah W. Bahkan W juga diduga melakukan pembohongan dengan menuding Thomas Azali dan Helmut Hermawan tidak melakukan pembayaran sama sekali dalam proses pengalihan saham.

"Buktinya udah jelas ada, bisa dicek ke bank, bukti rekapannya juga ada. Bagaimana ceritanya kok kami dianggap bohong, dan dia juga tidak pernah protes sebelumnya," katanya.

Baca juga : Soal Kasus Helmut Hermawan, Pakar Minta Polisi Jangan Lakukan Kriminalisasi

Thomas juga mengatakan, ada sosok lain yang diduga melakukan banyak penyelewengan dalam perusahaan PT CLM selama ini. Sosok tersebut, sambungnya, diketahui memiliki kedekatan dengan para petinggi di beberapa institusi penegakan hukum, sehingga sangat mudah baginya menjerumuskan Helmut dan kawan kawan.

"Kami ingin mencari penghidupan, bukan mencari lawan. Seharusnya para petinggi negeri ini tidak membiarkan kasus kami menjadi preseden buruk investasi di Indonesia," katanya. (yud)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal