Riuh Flexing para Istri Pejabat, Pengamat: Kalau Mereka Kaya Beneran Nggak Begitu

Unggahan flexing istri pejabat Kemenstneg yang viral di medsos. (Foto: net)
Kamis, 23 Maret 2023, 20:52 WIB
Jakarta City

LampuHijau.co.id - Belakangan ini fenomena istri pejabat pamer harta di medsos kian marak. Mulai dari foto-foto saat berada di luar negeri, pamer gaya hidup mewah, hingga benda-benda dengan harga fantastis seperti mobil dan tas mewah yang mereka miliki.

Alih-alih dapat pengakuan, unggahan mereka malah diserang warganet. Bahkan, banyak pula warganet yang menyematkan akun resmi lembaga pemerintahan lain seperti KPK atau Ditjen Pajak, agar akun medsos tersebut diawasi. Hingga akhirnya, para si istri yang flexing harus berurusan dengan lembaga antirasuah tersebut bersama sang suami.

Bukan soal pamer hartanya, namun KPK menilai jumlah kekayaan mereka tidak wajar, sehingga harus mengklarifikasi LHKPN-nya yang sudah dilaporkan.

*Pakar Komunikasi dan Politik Emrus Sihombing*

Baca juga : Generasi Y-Z Mau Airlangga Presiden, Pengamat: Karena Tokoh Bersih

Terkait aksi pamer harta tersebut, Pakar Komunikasi dan Politik Emrus Sihombing mengatakan, sebenarnya aksi pamer harta sudah ada sejak zaman dahulu. Hanya saja, kata dia, tentu medianya berbeda dengan saat ini. Karena menurutnya, hampir setiap orang memiliki rasa aktualisasi diri, juga rasa ingin diakui oleh orang lain.

"Kalau dulu pamer harta ya, sebatas pamer di lingkup sosial mereka saja atau lingkungan pertemanan. Karena kan medianya juga belum ada. Sedangkan sekarang, mereka bisa mengunggah sendiri foto-foto hartanya di akun medsosnya," ungkapnya, saat dihubungi, Kamis (23/3/2023).

Sementara para istri pejabat yang pamer kemewahan dan kekayaan di medsos, lanjut Emrus, ada tiga faktor alasan yang melatarbelakanginya. Pertama adalah ingin menunjukkan keberhasilannya. Karena itu, para istri pejebat di lembaga pemerintahan mengunggah foto jalan-jalan ke luar negeri maupun pamer barang mahal.

Baca juga : Buntut Kriminalisasi Helmut, Pengamat: Kapolri Harus Respons Suara Publik

"Yang kedua, sebagi aktualisasi diri. Dengan flexing di medsos, mereka ingin diakui orang lain, terutama soal kekayaan yang dimiliki," imbuhnya.

Sementara yang ketiga, yakni tidak punya tanggung jawab sosial. Dikatakan Emrus, para oknum istri pejabat yang flexing ini tentu tidak seperti media mainstream (koran, radio, tv), maka tidak mengerti soal dampak unggahan pamer harta mereka terhadap orang lain. Padahal, akibat pamer kemewahan dan harta benda, bisa berakibat juga kepada orang lain yang melihatnya.

Ia juga mengkritik istri-istri pejabat yang pamer harta, harusnya tak hanya mengunggah foto-foto barang mewah dan kekayaan yang dimiliki. "Harusnya mereka flexing juga sumber-sumber kekayaannya, bagaimana mendapatkannya. Jadi, terbuka semua tidak hanya kekayaannya," sambungnya.

Selain itu, ia juga menyebut para istri pejabat yang pamer harta dan belakangan viral itu sebagai orang kaya baru (OKB). Pasalnya, orang-orang kaya sesungguhnya yang memang memiliki harta miliaran hingga triliunan, justru tidak melakukan aksi-aksi pamer.

Baca juga : Safari Politik ke Golkar, Pengamat: Menang Pengalaman juga Keluwesan Pak Airlangga

"Kalau orang kaya sungguhan, nggak pernah pamer-pamer harta, flexing-flexing gitu. Biasanya pamer kegiatan-kegiatan bersifat sosial, membantu orang lain, begitu. Malah, kadang mereka masih pakai handphone jadul (zaman dulu)," tutupnya.

Diketahui, terakhir KPK memanggil Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Jakarta Timur yang kini dinonaktifkan, Sudarman Harja Saputra. Ia dan istri, Vidya Piscarista datang untuk mengklarifikasi LHKPN periode 2021, yang angkanya cukup fantastis sebesar Rp14,7 miliar. Vidya memang sempat pamer kemewahan di akun media sosial, seperti plesiran ke luar negeri, dan pamer tas branded-nya.

Sebelumnya, istri Kasubag Administrasi Kendaraan Biro Umum Kementerian Sekretariat Negara Esha Rahmansah Abrar menjadi sorotan. Pasalnya, ia memamerkan gaya hidup mewah melalui media sosial. Salah satunya mengunggah kepemilikan mobil MG 5 GT Magnify seharga Rp407,9 juta melalui Instagram.

Tak cukup sampai di situ, istri Direktur Penyidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Brigjen Endar Priantoro juga menjadi perhatian netizen. Bagaimana tidak, ia memperlihatkan gaya hidup mewahnya di media sosial. Dalam unggahannya, istri Endar terlihat tengah menumpang helikopter, jalan-jalan ke luar negeri, juga pamer pakaian mahal. KPK lantas memeriksa Endar. (Yud)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal