NLE untuk Efisiensi Biaya Logistik Nasional, Ekonom: Berdampak jika Dilakukan Secara Optimal

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. (Foto: Biro KLIP Kemenko Perekonomian)
Kamis, 26 Januari 2023, 06:41 WIB
Jakarta City

LampuHijau.co.id - Pemerintah berupaya meningkatkan kinerja logistik Nasional untuk memperbaiki iklim investasi dan meningkatkan daya saing perekonomian Nasional. Salah satunya dengan menginisiasi National Logistics Ecosystem (NLE) yang mengimplementasikan Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2020 tentang Penataan Ekosistem Logistik Nasional.

Menteri koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan, kehadiran NLE diharapkan dapat meningkatkan efisiensi logistik Nasional dengan cara mengintegrasikan layanan Pemerintah dengan platform-platform logistik yang telah beroperasi.

“Sinergi dan kolaborasi adalah kunci, karena menjaga resiliensi ekonomi dan memastikan tercapainya target pertumbuhan ekonomi membutuhkan kerja sama dan kerja keras seluruh pemangku kepentingan. Dengan demikian, kolaborasi menjadi kunci keberhasilan implementasi NLE,” tegas Ketua Umum Partai Golkar itu, beberapa waktu lalu.

Menanggapi hal itu, Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Eisha Maghfiruha Rachbini mengungkapkan, tingginya biaya logistik di Indonesia menjadi salah satu kendala investasi sekaligus melemahkan daya saing produk-produk dalam negeri.

Baca juga : Perppu Ciptaker untuk Genjot Investasi, Ekonom: Fokuskan ke Sektor Strategis

"Biaya logistik memang menjadi faktor yang menentukan daya saing Indonesia. Di sisi ekspor, biaya logistik yang mahal menjadikan produk Indonesia kalah saing (mahal) dibandingkan dengan kompetitornya di pasar internasional," kata Eisha, Rabu (25/1/2023).

Dikatakannya, NLE juga dimaksudkan untuk meningkatkan efisiensi logistik Nasional. NLE juga memastikan kelancaran pergerakan arus barang ekspor dan impor, maupun pergerakan arus barang domestik, baik antar daerah dalam satu pulau maupun antar pulau. Oleh sebab itu, NLE akan berdampak signifikan jika mampu dilakukan secara optimal.

"Jika NLE ini berhasil diterapkan dan implementasinya sesuai dengan tujuannya, yaitu mengurangi biaya logistik, saya rasa upaya yang baik. Terutama dalam mendukung ekspor dan juga percepatan industrialisasi di dalam negeri," terangnya.

Selain mampu mendongkrak investasi, NLE juga akan meningkatkan daya saing ekspor Indonesia, dan mendorong pertumbuhan industri dalam negeri. "Selain investasi, mendorong daya saing ekspor, dan industri dalam negeri," tandasnya.

Baca juga : Pemerintah Klaim Perppu Cipta Kerja untuk Antisipasi Kondisi Global, Ekonom: Diperlukan tapi Rentan

Pada kesempatan berbeda, Direktur Eksekutif CORE M. Faisal mengatakan, butuh waktu lebih lama untuk mengimplemtasikan NLE. Sehingga target tahun 2024 belum tentu akan tercapai.

"Ini bukan sesuatu yang bisa dijangkau dalam waktu pendek, satu tahun maksudnya. Tapi, ini butuh waktu lebih lama lagi," ujar Faisal, Rabu (25/1/2023).

Namun, ia mengapresiasi rencana pemerintah dengan NLE. "Ini lebih kompleks tetapi memenuhi NLE dimaksud, kalau bisa dijalankan paling tidak membuat satu ekosistem yang tersturktur sehingga memaksilmalkan efisiensi dan optimasi dari logistik di seluruh Indonesia," tutur Faisal.

Misalnya, rute yang lebih efisien dan terintegrasi dari tiap elemen pendukung logistik. "Dari laut ke darat, udara ke darat. Di pelabuhan, terminal, dan bandara. Itu ekosistem yang dibangun agar lebih efisien dan menjadi struktur yang paling optimal karena wilayah Indonesia memang kompleks, negara kepulauan," jelas Faisal.

Baca juga : Vaksinasi DKI Lebihi Target Nasional, Anies: Ini Karena Kesadaran Warga Jakarta dan Bantuan Semua Pihak

Sementara setelah ekosistem terbentuk, juga perlu segera disusun implementasinya. "Agar tujuan konektivitas logistik tercapai. Sehingga jika transportasi logistik kita mumpuni, akan lebih menarik investor masuk," tandasnya. (Asp)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal