Sudinsos Jaksel Arahkan 20 ODGJ Ikut Pelatihan Keterampilan

Ilustrasi ODGJ. (Foto: net)
Selasa, 10 Januari 2023, 19:45 WIB
Jakarta City

LampuHijau.co.id - Suku Dinas Sosial (Sudinsos) Jakarta Selatan mengarahkan 20 orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) untuk mengikuti pelatihan keterampilan melalui Unit Informasi Layanan Sosial (UILS). Pelatihan keterampilan mulai dari memasak, kesenian, hingga membuat produk ini, diberikan kepada ODGJ kategori ringan.

Kepala Sudinsos Jakarta Selatan Bernard Tambunan mengatakan, 20 peserta yang mengikuti UILS sudah menjalani asesmen dan dinyatakan ODGJ kategori ringan. "Dan nantinya terus bertambah seiring berjalannya waktu. ODGJ dalam kategori ringan nantinya bisa kita arahkan mendatangi UILS yang ada di Tebet," katanya kepada wartawan, Selasa (10/1/2023).

Sedangkan jika dinyatakan kategori berat, diarahkan menjalani penanganan terlebih dahulu. Nantinya para ODGJ ini dilatih untuk memiliki keterampilan, sehingga bisa berkesempatan mendapatkan penghasilan di tengah keteketerbatasannya.

Baca juga : Sudinsos Jaksel Jaring 1.024 PPKS Selama 2022, Paling Banyak Orang Gila

Selain menambah keterampilan, para peserta nantinya juga mendapat manfaat berupa konsultasi dengan psikolog dan pembinaan rohani sesuai agama masing-masing untuk memperkuat ibadah mereka. "Nantinya kami akan memberikan mereka pelatihan membuat sandal hotel," tuturnya.

Bernard berharap, dengan adanya pelatihan keterampilan ini para ODGJ bisa mengisi waktunya sehari-hari dan memiliki kesempatan yang sama seperti masyarakat lainnya. "Kita berharap setelah memiliki keterampilan mereka bisa kembali bertemu keluarga dan lingkungannya," katanya.

Diberitakan sebelumnya, sebanyak 1.024 Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) terjaring petugas Suku Dinas Sosial (Sudinsos) Jakarta Selatan sepanjang tahun 2022. Dari jumlah itu, penyandang disabilitas mental atau orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang paling banyak terjaring. Berdasarkan catatan Sudinsos Jaksel, jumlah ODGJ atau orang gila yang terjaring selama 2022 mencapai 215 orang.

Baca juga : Wali Kota Jaksel Pastikan Bantuan Korban Kebakaran Mampang Terpenuhi

"Itu hasil penjangkauan di 10 kecamatan selama setahun," kata Kasudinsos Jakarta Selatan Bernard Tambunan, Senin (2/1/2023).

Dikatakannya, PPKS yang terjaring langsung dikirim ke sejumlah panti binaan Dinas Sosial DKI Jakarta. Sepanjang tahun 2022, katanya, penjangkauan PPKS paling banyak pada bulan April 2022 atau saat bulan Ramadhan. Berdasarkan data Sudinsos Jakarta Selatan, total yang terjaring saat bulan Ramadhan sebanyak 174 PPKS.

Dari jumlah itu, yang paling banyak tejaring yakni pemulung berjumlah 58 orang. Lalu 17 gelandangan, 8 remaja bermasalah, 20 pengemis, dan 28 anak jalanan.

Baca juga : Pemkot Jaksel Dorong Pelatihan Seni Penyandang Disabilitas Digelar Tiap Tahun

"Ada juga dua tuna susila, 14 disabilitas mental, satu berkebutuhan khusus, tujuh lanjut usia, 12 orang terlantar, dan 7 PMKS lain-lain," kata Bernard.

Bernard mengatakan, sejumlah PPKS yang terjaring itu berasal dari wilayah yang berbeda-beda. Umumnya mereka merupakan warga kota penyamgga ibu kota. "Kebanyakan warga penyangga Jakarta. Wilayah perbatasan sana," ucapnya. (RBN)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal