LampuHijau.co.id - Panitia seleksi (pansel) calon sekretaris daerah (Sekda) DKI saat ini tengah menyeleksi 10 nama pejabat yang bakal menggantikan Marullah Matali ini. Politisi NasDem. Bestari Barus mengungkapkan seyogyanya bahwa setelah proses tahapan awal dilakukan oleh pansel jabatan Sekda DKI maka akhirnya Presiden lah yang akan memutuskan dan menunjuk siapa yang akan menduduki Jabatan Sekda DKI.
"Namun demikian, selayaknya bahwa Sigit Wijatmoko (Asisten Sekda) sangat pantas untuk menduduki jabatan dimaksud. Mengingat selama ini Sigit banyak mewarnai dalam penuntasan tugas tugas birokrasi dan cukup diandalkan oleh Gubernur DKI Jakarta," ujarnya kepada wartawan, Jumat (6/1/2023).
Baca juga : Usai BBM Naik, Pemerintah Harus Jaga Stok Pangan dengan Sinergi Antardaerah
Jadi lanjut mantan anggota DPRD DKI ini, Sigit banyak tau lah urusan Jakarta dan sangat berpengalaman. Dan sebaiknya pula memang bahwa Sekda DKI dijabat oleh pejabat Karir di internal supaya tidak lagi kesulitan dalam beradaptasi.
"Pada masa terdahulu kan Sigit juga sudah menjadi bagian dari nama-nama yang dicalonkan utk Jabatan Sekda DKI bersama dengan Marullah Matali," bebernya.
Baca juga : KNPI DKI Jakarta Segera Gelar Festival Olahraga
Di tempat terpisah, meminta Pansel untuk objektif dalam menyaring orang nomor satu di birokrasi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. “Patut diduga proses pemilihan calon sekretaris daerah (Sekda) cuma untuk memenuhi harapan publik alias lip service, sedangkan siapa sosok yang akan duduk nanti justru namanya sudah ada di kantong Pansel,” ujar Pengamat Kebijakan Publik, Amir Hamzah di Jakarta, Jumat (6/1/2023).
“Untuk itu, pelaksanaan fit and proper test Sekda DKI harus obyektif. Tidak boleh ada unsur rekayasa dan bahkan untuk memuaskan kepentingan partai tertentu saja,” tambahnya.
Baca juga : Gandeng IPB, Food Station Sempurnakan Program Pangan Murah
Direktur Eksekutif Budgetting Metropolitan Watch itu mendorong sosok yang terpilih menjadi Sekda DKI nanti, diambil orang dalam dari pejabat Pemprov DKI. "Sosok ini diperlukan karena dianggap mampu di dalam mengelola dan mengorganisasi pegawai DKI," ungkapnya.
Seperti diketahui 10 nama yang lolos tahap administrasi yakni Bayu Meghantara (Pemprov DKI), Benni Agus C (Pemprov DKI), Dhany Sukma (Pemprov DKI), Isnawa Adji (Pemprov DKI), Joko Agus Setyono (Badan Pemeriksa Keuangan RI), Junaedi (Pemprov DKI), Michael Rolandi Cesnanta Brata (Pemprov DKI), Sigit Wijatmoko (Pemprov DKI), Syaefullah Hidayat (Pemprov DKI) serta Wahyu Haryadi (Pemprov DKI).(dri)