LampuHijau.co.id - Selaku penanggung jawab pengelolaan dana KONI DKI, Bendahara KONI DKI Novita Dewi meminta, seluruh jajaran pengurus untuk terus berusaha mendapatkan dana Coorporate Social Responsibility (CSR). Artinya, tidak terpaku dengan dana hibah yang dikucurkan Pemprov DKI lewat dana hibah.
"Dana hibah itu sah kita gunakan. Karena prosesnya benar lewat APBD DKI. Cuma kita tidak bisa hanya bergantung kepada dana hibah dalam membiayai semua kebutuhan atlet dan pengurus. Kan kita bisa lewat dana CSR dari perusahaan besar lainnya," kata Novita di Jakarta, Rabu (19/6/2019).
Baca juga : Di Tangerang Nabung Sampah Bisa Jadi Emas, Mau???
Seperti diketahui, dana hibah olahraga sebesar Rp201 miliar yang disalurkan melalui KONI DKI Jakarta dinilai belum bisa memenuhi kebutuhan minimal cabang olahraga (cabor). Terutama dalam menghadapi babak kualifikasi PON XX/2020 Papua. Menurut Novita, dana kebutuhan olahraga tidak bisa 100 persen bergantung ke pemerintah. Pasalnya, dana yang disetujui sebesar Rp201 miliar masih belum memenuhi kebutuhan anggaran minimal.
Dalam menghadapi PON Papua 2020, KONI DKI Jakarta sendiri mengajukan anggaran hibah sebesar Rp460 miliar. Artinya, masih banyak kekurangan anggaran.
Baca juga : 13 Tahun Cerai, Tata Cahyani Pamer Foto Bareng Tommy Soeharto
"Karena itu, kita cari sumber-sumber pendanaan yang lain untuk memenuhi target juara umum PON Papua. Misalnya lewat kerja sama dengan pihak lain atau sponsor. Yang penting prosesnya sesuai aturan dan dikelola secara transparan,” ujar Novita.
Untuk itu, lanjut Novita, pihaknya berharap pemerintah bisa menyiapkan sebuah aturan yang memberikan peluang bagi cabor atau KONI, untuk mencari peluang mendapatkan dana tambahan dari luar APBD. Salah satunya dengan memaksimalkan dana CSR.
Baca juga : Kompasinfo Muat Berita Kontroversi Soal Pernyataan Wiranto
Menghadapi PON Papua, KONI DKI Jakarta menyiapkan 957 atlet lapis I, 227 atlet lapis II, 154 pelatih lapis I, 32 pelatih lapis II, 117 asisten pelatih lapis I, dan 24 asisten pelatih lapis II dengan total 1.511 personel.
Dalam pelaksanaan PON 2016 di Jawa Barat, DKI Jakarta belum berhasil menjadi juara umum. Terakhir, atlet-atlet Ibu Kota meraih juara umum pada PON 2012 yang diselenggarakan di Riau. Oleh karena itu, dalam beberapa kesempatan KONI DKI Jakarta memunculkan moto "Ayo Bung Rebut Kembali" jelang PON 2020 Papua. (ULI)