LampuHijau.co.id - Beredar di media sosial sebuah screenshot dari situs bernama Kompasinfo (blogspot), yang memuat berita kontroversial berjudul “Memanas!! Wiranto Minta Pihak Yang Lebih Mencintai Kalimat Tauhid Segera Angkat Kaki dari Indonesia”. Artikel tersebut memberikan kutipan disertai foto Wiranto dengan tulisan “Wiranto: Lebih mencintai bendera berkalimat tauhid itu kan sudah menduakan merah putih”.
Berdasarkan penelusuran, situs Kompasinfo, kompasinfo.blogspot.com kini tak lagi bisa diakses. Kompasinfo, yang memuat artikel tersebut, bukanlah media yang kredibel. Benarkah Menko Polhukam Wiranto mengeluarkan kata-kata seperti yang dimuat Kompasinfo?
Baca juga : Bikin Kotor dan Macet, Camat Diminta Tindak Kontraktor Galian PLN di Kramatjati
Hasil penelusuran menyenut, berita yang disebarkan oleh Kompasinfo tersebut menyalin berita dari CNN berjudul “Wiranto Minta Pihak Anti Pancasila Angkat Kaki dari Indonesia”. Berita rilisan CNN tersebut membahas mengenai tanggapan Wiranto usai kejadian penurunan bendera Indonesia, yang kemudian dilanjutkan dengan pengibaran bendera tauhid di DPRD Poso. Wiranto menyebut tindakan tersebut merupakan tindakan menduakan bendera merah putih.
Oleh Kompasinfo (blogspot), pernyataan tersebut dipelintir dan dijadikan judul serta kutipan pernyataan dari Wiranto yang berbeda dengan konteks sebenarnya seperti yang ditampilkan pada CNN. Artikel yang dimuat di Kompasinfo adalah pelintiran dari artikel berjudul, "Wiranto Minta Pihak Anti Pancasila Angkat Kaki dari Indonesia" yang dimuat situs CNN Indonesia.
Baca juga : Mirip Kejadian 1998, Fahri Sesalkan Perintah Wiranto
Kesimpulannya, judul artikel Kompasinfo "Memanas!! Wiranto Minta Pihak Yang Lebih Mencintai Kalimat Tauhid Segera Angkat Kaki dari Indonesia" adalah pelintiran berita yang dikabarkan situs CNN Indonesia yang berjudul, "Wiranto Minta Pihak Anti Pancasila Angkat Kaki dari Indonesia". Tak ada bukti yang menguatkan apa yang ditulis Kompasinfo terkait pernyataan Wiranto yang meminta pihak yang lebih mencintai kalimat Tauhid segera angkat kaki dari Indonesia. (LHTJ)