LampuHijau.co.id - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi, dan KIE Program Bangga Kencana Bersama Mitra Kerja, di Jalan Kapuk, Gang Sinar RT 004 RW 003, Kelurahan Kapuk, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, Senin (12/12/2022).
Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Charles Honoris, Ir. Mila Rahmawati, MS ( Direktur Pemaduan Kebijakan Pengendalian Penduduk BKKBN), Drs. Ibni Sholeh, MSi ( Kepala Bidang Penggerakan dan Ketahanan Keluarga Dinas PPAPP Provinsi DKI) dan Plt. Kepala Suku Dinas PPAPP Kota Adm. Jakarta Barat, Drs. Darwoto, M.Si, Staff Kelurahan Kapuk, para PKK serta para tamu undangan yang hadir.
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Charles Honoris sebagai narasumber mengharapkan dengan diselenggarakan kegiatan ini maka warga dapat memahami apa itu stunting dan dampak buruknya terhadap anak yang akan dilahirkan oleh seorang ibu.
Baca juga : Koalisi Berbasis Program Lebih Solid Dibanding Berdasarkan Kandidasi Capres
“Lagi-lagi stunting ini perlu dipahami oleh setiap warga, Oleh karena itu, penanganan stunting di seluruh Indonesia perlu dilakukan. Kita bisa melakukan pencegahan melalui tiga pendekatan yakni pendampingan pada remaja sebelum menikah, pendampingan ketika sedang hamil, dan pendampingan saat bayi lahir hingga menginjak usia dua (2) tahun," ucapnya.
Sementara Direktur Pemaduan Kebijakan Pengendalian Penduduk BKKBN Ir. Mila Rahmawati dalam pemaparannya menjelaskan, bahwa anak stunting akan mudah terserang penyakit, maka dari itu kita harus mencegah agar tidak terjadi stunting gunakan air susu kita sebaik dan sebersih mungkin untuk pertama kali anak menyusu.
"ASI yang berwarna kuning jangan dibuang dari saat kita melahirkan, biarlah anak datang dan mencari ASI ibunya. Setelah melahirkan ASI diberikan kepada anak antara 10 sampai 15 menit. Inilah yang disebut inisiasi menyusui. Di sinilah kontak pertama antara ibu dan anak,” jelasnya.
Baca juga : Siap Berkolaborasi dengan Pemprov DKI, Marullah Buka Musda IX DPD HIPPI DKI Jakarta
Lanjut Ir. Mila Rahmawati berpesan dari BKKBN kalau punya anak dua saja karena dua anak lebih sehat.
Di kesempatan yang sama narasumber dari pihak DPAPP Provinsi DKI Jakarta, Drs. Ibni Sholeh, M.Si dalam materinya menjelaskan bahwa 1000 Hari Pertama Kehidupan merupakan periode kritis sekaligus periode emas, dimulai sejak dalam kandungan sampai anak usia dua tahun.
"Selama periode tersebut terjadi pertumbuhan pesat organ-organ tubuh dan otak membutuhkan asupan zat gizi yang cukup dan berkualitas," jelasnya.
Baca juga : BRI Cabang Pamanukan Dukung Grasstrack Subang Berlaga di Porprov XIV Jawa Barat
"Bila janin kekurangan gizi dalam kandungan dan berlanjut pada usia selanjutnya maka akan terjadi gangguan pertumbuhan organ-organ tubuh janin, Akibatnya ukuran organ lebih kecil, anak lebih pendek, kecerdasan anak terganggu dan saat dewasa anak berisiko mengalami penyakit kronis seperti penyakit jantung, diabetes melitus, hipertensi dan lain-lain," tuturnya.(Jaen/Ida)