LampuHijau.co.id - Pemerintah Kota Jakarta Utara menerima kunjungan Direktur C40 (Cities Climate Leadership Group) Mark Watts di Kampung Pro Iklim (Proklim), RW 01 Kelurahan Sunter Jaya, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (29/3/2019). Kunjungan ini dijadikan sebagai sarana menjaring saran terhadap perkembangan Kampung Kota Bersama (KKB) di Jakarta Utara.
Wakil Wali Kota Jakarta Utara Ali Maulana Hakim mengatakan, Pemkot membuka berbagai saran terhadap perkembangan KKB, yang saat ini tengah dalam proses pembentukan di 31 kelurahan. Sehingga ke depannya program tersebut akan lebih dapat bermanfaat bagi masyarakat.
"Saran-sarannya akan kita tampung. Dan kita terapkan pada perkembangan KKB di Jakarta Utara," ujar Ali saat ditemui di Kampung Proklim, RW 01 Kelurahan Sunter Jaya.
Baca juga : Genjot Pendapatan Daerah, Pemkot Jakut Gelar Silaturahmi dengan Wajib Pajak
Sesuai arahan Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyied Baswedan, Pemkot Jakut disarankan mencari referensi inovasi kampung yang tak hanya bertaraf lokal maupun nasional, namun juga bertaraf internasional. Untuk itu, kehadiran tim C40 ini diharapkan dapat memberikan saran positif terhadap perkembangan KKB. Apalagi program ini juga juga sebagai projek percontohan kampung bagi seluruh Rukun Warga (RW) di Jakarta Utara.
"Kita harus membuka wawasan seluas-luasanya bagaimana kondisi kampung-kampung di belahan dunia lainnya," jelasnya.
Sementara Direktur C40 (Cities Climate Leadership Group) Mark Watts mengaku sangat terkesan dengan kampung Proklim ini. Menurut dia, ide pembuatan kampung ini tergolong cerdas karena membangun desain pemanfaatan ruang. Apalagi dikerjakan dengan komunitas kampung yang sangat antusias.
Baca juga : Lestarikan Budaya, Pemkot Jakut Terapkan Delapan Ikon Betawi
"Ini sangat cerdas, bagaimana komunitas warga aktif dalam membangun kampung yang ramah bagi pejalan kaki dan pengguna sepeda," terang Mark.
Ke depannya, pihaknya akan merancang konsep transportasi publik yang dapat menyentuh berbagai kampung di Jakarta, termasuk di Kampung Proklim RW 01 Sunter Jaya, Tanjung Priok ini. Konsep seperti ini juga telah diterapkan pada berbagai kota besar dunia, seperti Eropa, China dan Eropa.
"Sehingga dengan penggunaan transportasi umum ini dapat mengurangi polusi udara di Jakarta," tutupnya. (Sep)