LampuHijau.co.id - Penyertaan Modal Daerah (PMD) untuk Perusahaan Umum Daerah (Perumda) PAM Jaya sebesar Rp324 miliar pada APBD 2023 langsung disetujui DPRD DKI Jakarta. Disetujuinya anggaran PMD PAM Jaya ini wujud dari dukungan anggota DPRD DKI Jakarta, dalam rangka kedaulatan air untuk warga Jakarta.
"Jujur saja, sangat apresiasi Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi, yang piawai memimpin rapat hingga anggaran PMD PAM Jaya disetujui di angka Rp324 miliar," kata Dirut PAM Jaya Arief Nasrudin dalam penutupan pers gathering PAM Jaya-Balkoters, Jumat (25/11/2022).
Arief sangat mengapresiasi langkah Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi, dan pimpinan, serta anggota dewan lainnya, terutama jelang 1 Februari 2023, yakni langkah awal transisi dari dua eks mitra Palyja dan Aetra.
"PMD ini harus terserap dalam setahun 2023. Penyerapan PMD ini menjadi prioritas, selain pekerjaan penting yang harus dilakukan PAM Jaya pasca berakhirnya Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan mitra swasta Palyja dan Aetra," ujar Arief.
Masih kata mantan Dirut Pasar Jaya ini, dana PMD untuk tahun 2023 sebesar Rp324 miliar, salah satunya akan dimaksimalkan untuk studi dan program penurunan NRW Tahap I. Menurutnya, alokasi pengajuan PMD untuk penurunan revenue water (NRW) di tahun 2023 sebesar Rp35 miliar akan digunakan untuk menyusun studi pendahuluan untuk membuat road map penurunan NRW. Kemudian, akan dilanjutkan dengan penyusunan feasibility studies karena penurunan NRW ini juga tidak mudah dan harus terencana.
Baca juga : Rumahnya Saja Rp3,5 Miliar, Djamil: Tak Mungkin Satu Keluarga Meninggal karena Kelaparan
"Sederhananya, membangun pipa baru itu lebih simple dibandingkan proses perbaikan pipa yang sudah tertanam," ucapnya.
Ia menambahkan, Perumda PAM Jaya bertekad menurunkan NRW saat ini dari 46 persen menjadi 30 sampai 26 persen di tahun 2030. "Ini memang dibutuhkan investasi yang cukup besar. Tapi, tetap kita optimistis karena ini juga menjadi bagian penting untuk menjaga kedaulatan air bagi warga Jakarta," tuturnya.
Berkaca dari kota-kota besar lain seperti Yokohama di Jepang, rehab skala besar perpipaan air bersih juga dilakukan setelah dalam jangka waktu 100 tahun. Ini juga dihadapi Perumda PAM Jaya yang pada 23 Desember mendatang juga berusia 100 tahun.
"Usaha-usaha penurunan NRW sudah cukup banyak dilakukan. Kita memang sudah waktunya merehab pipa-pipa yang ada karena memang pipa ini ada usia pakainya," imbuh Arief Nasrudin.
Untuk diketahui, Gathering Perumda PAM Jaya bersama Balkoters tahun ini mengusung tema "Mewujudkan Kedaulatan Air Bagi Warga Jakarta".
Baca juga : Panen Anggur di Cilincing, Anies: Ini Bukti Keberhasilan Kerja Sama Warga dan DKI
Berikut rincian penggunaan PMD Perumda PAM Jaya 2023 sebesar Rp324 miliar:
1. Pembangunan SPAM Ciliwung Tahap II, Rp85 miliar.
2. Pemasangan Sambungan Baru Pelanggan Jatiluhur Karian Tahap I, Rp75,6 miliar.
3. Studi dan Program Penurunan NRW Tahap I, Rp35 miliar.
4. Optimalisasi IPA SWRO Kepulauan Seribu, Rp5 miliar.
Baca juga : Jakarta Zona Hijau, Anies: Ini Tak Lain Karena DKI Tetap Konsisten
5. Pembangunan Kios air dan Pembelian Mobil Tangki Tahap III, Rp10 miliar.
6. Pelayanan Air Bersih dan dan Kampung Prioritas Tahap II, Rp14 miliar.
7. Pembangunan Sentra Pelayanan, Rp100 miliar. (ULI)