160 Napi Lapas Salemba Antusias Ikuti PKT, Jahit Pakaian Paling Diminati

Para napi Lapas Salemba mengikuti pelatihan PKT Sudin PE Jakpus. (Foto: RKY)
Senin, 17 Juni 2019, 17:48 WIB
Jakarta City

LampuHijau.co.id - Para narapidana Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Salemba Kelas IIA antusias mengikuti pelatihan kerajinan, pembuatan deterjen, dan menjahit yang digelar Sudin Perindustrian dan Energi (PE) Jakarta Pusat di Lapas Salemba, Kecamatan Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Senin (17/6/2019) pagi. Kegiatan ini merupakan program pelatihan kewirausahaan terpadu (PKT), yang terus digencarkan Sudin PE Jakpus kepada masyarakat.

Diharapkan, sebanyak 160 narapidana (napi) yang mengikuti kegiatan ini mendapatkan bekal keahlian khusus ketika bergabung dengan masyarakat umum. Sehingga mereka dapat memenuhi kebutuhan hidup dengan cara yang halal.

Pelatihan kewirausahaan bersama napi di Lapas Salemba ini terdapat 3 program. Pelatihan kerajinan dibuka satu kelas yang diikuti 40 orang peserta. Kemudian, satu kelas pelatihan membuat deterjen diikuti 40 peserta. Sedangkan, pelatihan menjahit pakaian atau fashion dibuka menjadi dua kelas dengan jumlah 80 peserta.

Baca juga : Keluyuran di Toko Bangunan, Setnov Dipindahin ke Lapas Teroris

Pada pelatihan menjahit pakaian, ternyata banyak diminati para napi. Pasalnya, usaha menjahit yang lebih banyak dibutuhkan orang menjadi salah satu alasan mereka mengikuti kelas ini.

"Lebih mudah peluang usahanya pak. Kalo buka konveksi atau toko jahitan sudah banyak peminatnya, meski sudah banyak juga usaha ini. Jadi lebih mudah aja," ucap Andi, salah seorang napi peserta program PKT.

Sementara, napi lainnya juga mengaku sangat senang adanya program kegiatan tersebut. "Bagus pak, kalau bisa lebih sering lagi. Karena bisa menjadi modal hidup setelah bebas nanti," sahut peserta kelas kerajinan ini.

Baca juga : Awas! NII Muncul Lagi, Beredar Surat Presiden RI di WA

Sementara program kelas pembuatan deterjen atau sabun terdapat empat kategori, yakni membuat sabun pencuci piring, pengharum pakaian, deterjen, dan pembersih lantai.

Pelatihan digelar selama 4 hari ke depan. Dengan hari yang sangat singkat tersebut, diharapkan para pesert cepat memahami. Nantinya, sebanyak 160 napi peserta PKT juga akan mendapatkan sertifikat yang diberikan oleh Sudin PE Jakarta Pusat.

Kasie Energi dan Sumber Daya Mineral Sudin PE Jakpus Bambang Prayitno menuturkan, pihaknya sengaja memilih penghuni lapas IIA Salemba karena dinilai tepat sasaran. Para napi yang menjadi peserta rata-rata yang hendak bebas dengan masa tahanan 1 sampai 4 bulan. Sebelum mereka bergabung dengan masyarakat umum, diharapkan dapat membawa bekal kewirausahaan yang cukup.

Baca juga : Waduh, BPJS Kesehatan Naikkan Iuran

"Permintaan dari Kalapas, dan kita bersinergi. Kita membantu bekal mereka agar menjadi masyarakat normal. Setelah mengikuti pelatihan di lapas, nanti saat bebas mereka bisa konsultasi ke sudin terkait untuk tindak lanjut pembinaan," ungkapnya kepada wartawan.

Menurut Bambang, pelatihan PKT di Lapas terlihat sangat berbeda seperti di beberapa lingkungan masyarakat pada umumnya. "Peserta dari napi sangat fokus saat latihan, mereka seperti berada di rumahnya. Mereka sangat on time pada jadwal latihan dan sangat antusias," tuturnya.

Meski program tersebut baru pertama kali dilakukan Sudin PE Jakpus, sambungnya, namun para peserta merasa senang dan sangat terbantu. "Ya, ini baru pertama kali. Di sana ada 4 instruktur pendamping pelatihan PKT. Meski prioritas utama warga Jakpus, namun jika ada permintaan dari Lapas, kita lakukan untuk membentuk karakter warganya," tukasnya. (RKY)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal