Pemulihan Ekonomi Domestik Terus Bergerak, Ekonom: Tantangan Triwulan IV akan Lebih Berat

Rabu, 9 Nopember 2022, 07:10 WIB
Jakarta City

LampuHijau.co.id - Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pemulihan ekonomi domestik terus bergerak cepat di tengah perlambatan ekonomi global yang sedang berlangsung. Ini terlihat dari laporan Badan Pusat Statistik (BPS), terkini mencatat Pertumbuhan Ekonomi kuartal III mencapai 5,72%.

“Berbagai upaya ini diharapkan bisa menjadi langkah kita untuk menghindari resesi global di tahun 2023. OECD, IMF, EDB, dan World Bank memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di 4,8-5,1%. Artinya, beberapa lembaga juga sepakat dengan Indonesia bahwa Indonesia bisa menjadi the bright spot in the dark, jadi masih bisa keluar dari resesi di tahun depan,” ungkap Menko Airlangga yang juga Ketua Umum Partai Golkar ini, beberapa waktu lalu.

Menanggapi hal itu, Direktur Eksekutif INDEF Tauhid Ahmad mengatakan, capaian pertumbuhan ekonomi di Kuartal III sebesar 5,72% benar-benar di luar prediksi dan patut diapresiasi. “Saya kira pada kuartal III, faktor best year effort sangat besar. Pada saat itu kita mengalami lompatan mobility indeks, dari negative sekarang sudah cukup tinggi,“ ungkap Tauhid, Selasa (8/11/2022).

Baca juga : Ekonomi Indonesia Diprediksi Mampu Hadapi Krisis Global, Ekonom: Asal Pemerintah Jaga Konsumsi Masyarakat

Menurutnya, dengan keberhasilan pemerintah menangani pandemic, kini masyarakat bergerak maka perekonomian juga bergerak. Dua sektor pendorong pertumbuhan ekonomi yaitu dari transportasi dan pergudangan, dimana wisatawan mulai masuk dan kebutuhan belanja terus meningkat.

Namun, Tauhid tetap mengingatkan, tantangan tetap akan ada di Kuartal IV. “Tantangan ekonomi di Kuartal IV akan lebih berat. Best year effect sudah tidak terasa, dampak kenaikan harga mulai dirasakan masyarakat,” tegasnya.

INDEF pun memproyeksikan pertumbuhan ekonomi 5,3% di Kuartal IV mendatang. Jika pemerintah ingin kembali mencetak rekor, ada tiga langkah yang bisa dilakukan.

Baca juga : Pemerintah Optimis Pertumbuhan Ekonomi di Atas 5%, Ekonom: Bukan Bualan, Tapi Harus Terukur

“Pertama, mempercepat belanja modal dan barang. Perlu ada terobosan yang cukup strategis, dengan waktu yang sangat terbatas dalam dua bulan bisa diselesaikan, kalau tidak sangat sia-sia SILPA yang besar tidak berarti pada masyarakat yang membutuhkan,” kata Tauhid.

Yang kedua, penyesuaian yang lebih moderat, suku Bunga Bank Indonesia mengikuti perkembangan inflasi yang sangat terpengaruh kondisi global. “Yang terakhir, agar memang perlambatan ekonomi tidak terjadi, maka perlu penguatan pasar domestik untuk berbagai produk-produk yang memiliki daya saing di pasar global dan mempercepat industri substitusi impor di tengah kuatnya arus importasi beragam produk industri,” tandas Tauhid.

Pada kesempatan berbeda, Ekonom Bank Mandiri Faisal Rachman mengungkapkan, pertumbuhan 5,72 persen di Kuartal III 2022 (yoy) merupakan ekspansi kuartal keenam berturut-turut dan laju terkuat sejak Kuartal II 2021 meski di bawah perkiraan. "Angka realisasi tersebut di bawah perkiraan kami sebesar 6,0 persen yoy dan di atas konsensus pasar sebesar 5,6 persen," terangnya, Selasa (8/11/2022).

Baca juga : Seorang WNA Asal Jepang Terbukti Lakukan Pelanggaran Dipulangkan ke Negara Asal

Faisal mengungkapkan, peningkatan itu didasarkan pada sejumlah faktor seperti tingginya harga komoditas yang berdampak positif pada sektor eksternal dan APBN, penguatan konsumsi rumah tangga seiring membaiknya permintaan dan mobilitas masyarakat berkat keberhasilan pemerintah dalam penanggulangan covid-19.

Sementara ia memperkirakan ekonomi Indonesia tumbuh di angka 5,17 persen pada 2022 dengan inflasi sebesar 6,27 persen. "Dengan permintaan domestik yang sehat, pertumbuhan ekspor yang kuat, kondisi fiskal, dan manajemen covid-19 yang solid, kami mempertahankan perkiraan kami bahwa ekonomi Indonesia berpotensi tumbuh sebesar 5,17% pada tahun 2022, meningkat dari 3,69% pada tahun 2021," pungkas Faisal. (Asp)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal