Jenderal Polisi Jadi Tersangka Kasus Narkoba, Pengamat: Hebat, Kapolri Tidak Tebang Pilih

Sabtu, 15 Oktober 2022, 12:55 WIB
Jakarta City

LampuHijau.co.id - Ditangkapnya Irjen Teddy Minahassa, tentu menjadi pukulan telak bagi citra Polri. Namun, hal tersebut juga membuktikan komitmen Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo untuk bersih-bersih.

Untuk diketahui, Jenderal bintang dua tersebut ditangkap lantaran melakukan penyalahgunaan peredaran narkotika jenis sabu-sabu. Hal tersebut terungkap berdasarkan pengembangan yang dilakukan oleh Polres Metro Jakarta Pusat terhadap warga sipil, tersangka kepemilikan sabu.

Dalam pengembangan, ditemukan ada unsur aparat kepolisian yang terlibat dalam kasus tersebut, mulai dari pangkat Aipda hingga berujung pada Jenderal bintang dua. Pembongkaran sindikat polisi nakal ini terbilang berani lantaran melibatkan jenderal bintang dua yang saat itu menjabat sebagai Kapolda Sumatera Barat.

Baca juga : Peluang KIB Usung Ganjar-Airlangga, Pengamat: Berdasarkan Rekam Jejak dan Strategi Golkar

Menurut Pengamat Kebijakan Publik Adib Miftahul, adanya penangkapan jenderal bintang dua tersebut menggambarkan citra Polri yang tidak tebang pilih dalam menegakan hukum. "Dengan kasus ini pesan yang disampaikan ke publik adalah ini bukti keseriusan Polri dalam menegakkan hukum," tegasnya, Sabtu (15/10/2022).

Kata Adib, penegakan hukum menjadi kunci stabilitas bagi kepastian sosial politik ekonomi. Apalagi, saat ini Polri kian berbenah menegakan hukum sesuai arahan Presiden Joko Widodo.

"Hukum tumpul ke atas dan tajam ke bawah dibalas dengan hukum ditegakkan Polri tanpa pandang bulu. Tajam ke atas juga tegas ke bawah. Ada keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia alias semua sama dimata hukum," paparnya.

Baca juga : Elektabilitas Puan Naik, Pengamat: Serangan Buzzer Tak Berdampak

Adib menambahkan, saat ini Polri telah menunjukkan komitmennya dengan mengungkap dua kasus besar yang terjadi menjerat dua petinggi Polri. "Kasus sambo hingga kasus dugaan keterlibatan jenderal polisi (petinggi polri) soal narkoba ini setidaknya menjadi pelecut bagi internal Polri dan menjadi bagian integral momentum bersih-bersih internal Polri dari oknum tidak baik," tegasnya.

Atas pencapaian tersebut, kata Adib, Kapolri harus memberikan reward atau penghargaan terhadap Polisi yang masih menjaga marwah Polri dan juga melakukan penegakan hukum yang tidak tebang pilih.

"Di tengah reputasi Polri yang menurun di masyarakat, publik dibukakan matanya, ternyata masih banyak polisi baik. Nah, momentum ini saya kira juga harus menjadi Kapolri untuk memberikan reward dan punishment. Bagi yang menjaga marwah Polri dengan prestasi, reward jawabannya. Bagi oknum melanggar, hukuman berat harus diberikan sebagai komitmen presisi berkeadilan," tukasnya. (yud)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal