LampuHijau.co.id - Nasib buruk melanda puluhan karyawan Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Pasalnya, pihak pengelola TMII, yakni PT Taman Wisata Candi (TWC) belum juga membayar pesangon kepada sejumlah karyawan yang tidak dipekerjakan sejak Maret hingga Oktober 2022. Kini, banyak spanduk penuntutan pembayaran pesangon yang dipasang di sekitar TMII, Jakarta Timur.
Menyikapi hal itu, Ketua Federasi Serikat Pekerja BUMN (FSP BUMN ) Bersatu Arief Poyuono mengatakan, FSP BUMN Bersatu dan KSPI akan mengajak kawan kawan buruh untuk bersolidaritas pada karyawan TMII yang belum dibayar pesangonnya oleh TWC, dengan memblokir jalan masuk ke TMII pada saat perhelatan G20 di TMII. Hal ini sebagai bentuk dukungan agar PT TWC membayar pesangon 30 karyawan TMII.
"Kami akan memblokir jalan masuk TMII, karena pesangon merupakan hak dasar bagi buruh yang terkena PHK," kata Arief kepada wartawan, Senin (10/10/2022).
Sementara spanduk yang terpasang, meminta pertolongan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar mendengar keluhan masyarakat kecil, khususnya pekerja yang belum dibayarkan pesangonnya oleh pengelola TMII, yang ditunjuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yakni TWC.
“Di bawah TWC, TMII dirombak jadi etalase megah Indonesia, tapi pesangon karyawan TMII puluhan tahun mengabdi tidak dibayar. Karyawan lama banyak yang didepak!! Tolong kami Pak Jokowi!!" tulis spanduk yang terpasang di sekitar TMII pada Kamis (6/10/2022).
Selain itu, ada juga spanduk lain yang bertuliskan berbeda, tapi tuntutan tetap sama supaya Presiden Jokowi mengetahui persoalan pengelola TMII yang belum bayar pesangon karyawan. “Bapak Presiden tolong kami orang kecil. Karyawan TMII mengabdi sejak puluhan tahun. Kamintelah pensiun sejak bulan Maret sampai Oktober 2022. Tapi uang pesangon kami tidak dibayarkan oleh PT. TWC. Tolong kami Pak Jokowi,” isi tulisan di spanduk.
Baca juga : Dewan Minta DKI Minta Pasang Jakwifi Diperbanyak
Sementara salah satu mantan karyawan TMII, Sri Rahayu atau Yayuk, membenarkan belum dibayarkan pesangonnya oleh pengelola TMII yakni PT TWC. Ia mengaku sudah 38 tahun bekerja, tapi begitu dirumahkan tidak dibayar pesangonnya oleh pengelola TMII.
“Iya, betul (belum dibayar pesangon). Saya sudah 38 tahun 3 bulan kerja, dan pensiun bulan Maret 2022. Tanggal 1 April sudah tidak kerja,” kata Yayuk saat dihubungi wartawan pada Kamis (6/10/2022).
Sampai saat ini, Yayuk mengatakan, belum ada informasi dari Pengelola TMII yang baru kenapa pesangon tidak dibayarkan dari Maret 2022 sampai Oktober 2022. “Saya enggak tahu kenapa belum dibayarkan. Pokoknya bulan Maret masih terima gaji, dan 1 April sudah tidak kerja,” jelas dia.
Sebelumnya diberitakan, Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu Tri Sasono menyoroti kabar belum dibayarkan pesangon 30 orang pekerja Taman Mini Indonesia Indah (TMII) oleh pengelola barunya yakni PT Taman Wisata Candi (TWC), sampai bulan Oktober 2022. Menurut dia, karyawan hanya menuntut pesangon yang rata-rata sudah bekerja selama 25 tahun lebih, tapi tidak kunjung dicairkan.
Selain itu, karyawan lama banyak dilepas jabatannya diganti orang BUMN yang tidak kompeten dan tak mengerti mengelola TMII. “Pesangon tidak pernah dibayar oleh TWC sejak Maret 2022 sampai sekarang. Bahkan, tidak pernah ada tanggapan dari EVP TMII,” kata Tri, Rabu (5/10/2022).
Bukan cuma soal pesangon, Tri mengungkap ada kegagalan dalam mengelola TMII sejak diambil alih oleh TWC tersebut. Sepertinya, ia melihat TWC memang tidak kapabel untuk mengelola TMII. Sehingga alangkah baiknya pengelolaan dikembalikan lagi kepada swasta.
Baca juga : Polres Indramayu Ingatkan Personel agar Tidak Terlibat Narkotika
Padahal, Tri menilai, pengambilalihan TMII oleh pemerintah tujuannya untuk memberikan pelayanan publik yang lebih baik. Tapi ternyata, setelah hampir 8 bulan justru jadi berantakan semua ketika pengelolaan TMII diberikan kepada pihak TWC.
“TMII juga tengah dilakukan penataan ulang kayaknya cuma alasan klise saja, karena memang TWC tidak profesional mengelola TMII,” jelas dia.
Harusnya, kata Tri, pengelolaan TMII dilakukan melalui tender bukan ditunjuk langsung kepada TWC. Sehingga swasta bisa ikut melakukan tender pengelolaan TMII, agar nantinya pengelolaan TMII akan jauh lebih profesional.
“Karena setelah renovasi Rp1,3 triliun tidak ada hasil signifikan, bahkan tercium indikasi ada kerugian negara dari hasil renovasi seadanya. Banyak aset-aset TMII peninggalan yang dijual obral, padahal aset-aset tersebut sangat bernilai jika dikelola TMII,” ujarnya.
Diketahui, Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) mengambil alih pengelolaan TMII setelah Presiden RI Joko Widodo menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 19 Tahun 2021 tentang Pengelolaan TMII pada 31 Maret 2021. Proses pengambilalihan TMII dimulai sejak 1 April 2021. Yayasan Harapan Kita diberi waktu tiga bulan untuk menyerahkan pengelolaan aset negara tersebut ke tim transisi yang dibentuk Kemensetneg.
Diketahui, TMII dikelola oleh Yayasan Harapan Kita berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 51 Tahun 1977 selama 44 tahun terakhir. Usai mengambil alih Taman Mini, Kementerian Sekretariat Negara langsung bekerja sama dengan PT Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko untuk memanfaatkan objek wisata itu.
Baca juga : Pingin Nyusui Anaknya, Vanessa Angel Mohon Tidak Dipenjara
Selanjutnya, Presiden Joko Widodo meninjau progres renovasi TMII yang menghabiskan anggaran sebesar Rp1,1 triliun pada Selasa, 23 Agustus 2022. Tentu Jokowi berharap, renovasi TMII ini dapat menjadikan TMII sebagai tujuan wisata masyarakat untuk melihat keberagaman seni dan budaya yang dimiliki Indonesia.
"Kita harapkan setelah direnovasi Taman Mini Indonesia Indah (TMII) ini menjadi tujuan wisata masyarakat dan juga turis mancanegara. Saya titip pesan juga tarifnya jangan mahal-mahal, rakyat harus bisa tetap menikmati TMII ini," kata Jokowi.
Sejak diresmikan pada tahun 1975, kata Jokowi, TMII belum pernah dilakukan renovasi secara besar-besaran, sehingga banyak bangunan dan anjungan-anjungan provinsi yang sudah rusak serta keropos. Untuk itu, ia meminta kepada pengelola TMII menggelar secara rutin acara-acara yang berkaitan dengan seni budaya.
"Jadi, ada calendar of event yang jelas, sehingga menjadi sebuah tontonan yang baik untuk rakyat, terutama untuk anak-anak kita," tandasnya. (Yud)