LampuHijau.co.id - Anggota Fraksi Gerindra DPRD DKI Jakarta Inggard Joshua. memuji terobosan Anies yang menghadirkan sekolah berkonsep net zero carbon di Jakarta. Menurut Inggard, dengan bangunan sekolah yang baik dan bagus ini akan menambah kenyamanan para siswa belajar.
Namun politisi senior di Kebon Sirih ini mengingatkan agar gedung sekolah ini dijaga dan dirawat dengan baik. “Karena pembangunan sekolah ini kan pakai uang negara, APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah),” ujarnya, Kamis (29/9).
Inggard mengimbau agar Pemprov DKI Jakarta dan warga sekolah untuk terus menjaga kenyamanan sekolah. “Jangan hanya bisa membangun, tapi juga harus dapat memanfaatkan dan merawat gedung yang sudah ada dengan baik. Sebab merawat dan memanfaatkan ini yang agak sulit,” ujarnya.
Selain memperbaiki kualitas sekolah, Inggard juga mendesak Pemprov DKI Jakarta memperhatikan kuantitas sekolah negeri. Terutama untuk jenjang menengah (SMP) dan atas (SMA). Di mana masih ada beberapa daerah yang belum memiliki sekolah menengah dan atas negeri. “Terutama untuk anak-anak dari masyarakat berpenghasilan rendah,” kata dia.
Terkait tudingan pencitraan lantaran Anies meresmikan berbagai program di ujung masa baktinya, Inggard meminta semua pihak untuk fair. Menurut dia, sejak awal menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, Anies sudah mulai bergerak dan bekerja.
“Namun di 2020 dan 2021 kinerja-kinerja tersebut terkendala pandemi Covid-19. Di mana semua sumber daya dan anggaran difokuskan untuk menangani masalah kesehatan,” ujarnya.
Baca juga : Jelang Tahun Politik, DPRD Depok Minta Pemkot Tambah Bantuan Keuangan Untuk Parpol
Sehingga, Inggard bilang, wajar jika kemudian banyak program Anies baru kelar di penghujung masa jabatannya. Karena memang waktunya sudah habis akibat terbentur pandemi Covid-19 di dua tahun tersebut.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meresmikan empat Sekolah Net Zero Carbon dan green building sebagai pilot project. Dihadirkannya bangunan ramah lingkungan ini sebagai salah satu upaya Pemprov DKI Jakarta menekan polusi dan mewujudkan nol emisi karbon.
Empat sekolah itu, yakni: SDN Duren Sawit 14, Jakarta Timur; SDN Grogol Selatan 09, Jakarta Selatan; SDN Ragunan 08 Pagi, 09 Pagi, 11 Petang, Jakarta Selatan; dan SMAN 96 Jakarta, Jakarta Barat. Bangunan sekolah ini dirancang hemat energi saat beroperasi dan sebagian besar kebutuhan energinya dipasok dari sumber energi terbarukan.
Baca juga : Silaturrahmi Dengan Kapolda Metro Jaya, Demokrat Jakarta Diminta Tingkatkan Kolaborasi
“Hari ini kita turut menjadi saksi peristiwa bersejarah bahwa hari ini kita di Jakarta resmi menjadi tempat pertama sekolah negeri yang mengusung konsep green building dan net zero emissions,” kata Anies saat meresmikan empat sekolah tersebut di SDN Ragunan 08, Jakarta Selatan, Rabu (28/9).
Ke depan, Anies berharap kuantitas sekolah net zero carbon ini bisa ditingkatkan. “Nah dengan adanya empat contoh ini, tahun 2023 ada 20 sekolah lagi. Kalau lompat 20 kan lima kali (lipat) ya, mudah-mudahan nanti bisa 100, bisa 500,” tandasnya. (DTR)