Penegasan BAZNAS, Zakat Berperan Cegah Kekerasan Seksual di Ponpes

Pimpinan BAZNAS Saidah Sakwan, MA,. (Foto: ist)
Kamis, 1 September 2022, 14:31 WIB
Jakarta City

LampuHijau.co.id - Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Saidah Sakwan, MA, mengatakan, zakat memiliki peran dalam pencegahan dan penanganan kasus kekerasan seksual di lingkungan pondok pesantren.

"Ekosistem zakat dapat saling berkolaborasi membantu sejak tahap pencegahan hingga pemulihan korban kekerasan seksual yang terjadi di pesantren," ujar Saidah di Jakarta, Kamis (1/9/2022).

Hal yang sama juga disampaikan Saidah pada Workshop Pencegahan dan Penanggulangan Kekerasan dan Pelecehan Seksual di pondok pesantren yang diselenggarakan Komisi Perempuan, Remaja dan Keluarga (KPRK) MUI di Hotel InterContinental, Pondok Indah, Jakarta, Rabu (31/8/2022).

Baca juga : Polres Metro Tangerang Kota Berikan Penghargaan Kepada Subsatker dan Polsek Terkait Kinerja

Turut hadir Wakil Menteri Agama RI Dr. H. Zainut Tauhid Sa’adi, M.Si, Ketua KPRK Dr. Hj. Siti Ma’rifah, serta Ketua MUI Bidang PRK Prof. Dr. Hj. Amany Lubis, MA.

Saidah menjelaskan, ajaran zakat dapat menumbuhkan rasa saling peduli terhadap sesama, menciptakan jaring sosial yang memberikan rasa aman dan nyaman, juga dengan harta yang bersih dapat menjaga diri dan keturunan dari perilaku yang dilarang Allah SWT.

"Alhamdulillah, hari ini kami BAZNAS bisa memberikan support kepada KPRK MUI untuk melakukan pengembangan ekosistem pesantren yang ramah terhadap anak terutama dalam rangka pencegahan kekerasan dan pelecehan seksual," katanya.

Baca juga : Pengelolaan Zakat Masjid, BAZNAS Gelar Paparan Hasil Riset

Menurutnya, BAZNAS memiliki prioritas untuk menciptakan kader-kader calon ulama. "Kita punya harapan besar bahwa pesantren ini dari sisi taklimnya, dari sisi tarbiyah, dan ta'tibnya itu tetap berlangsung dengan memberikan supporting system kepada cara pengasuhannya, infrastrukturnya, kurikulumnya. Kemudian kita juga memberikan infrastruktur untuk pencegahan, seperti bagaimana kita melakukan sosialisasi kepada anak-anak kita, guru-guru tentang cara mengajar yang ramah terhadap anak dan lingkungan sekitarnya," imbuhnya.

Saidah menambahkan, seluruh stakeholder yang ada di pesantren harus peduli terhadap situasi dan kondisi anti kekerasan seksual terhadap anak, sehingga akan terbangun ekosistem yang sangat baik. "Jika ekosistem ini terbentuk maka akan muncul kader-kader ulama. Di sinilah BAZNAS hadir untuk memastikan bahwa proses penciptaan ulama-ulama, kader-kader yang melakukan tafaqahu fiddin itu bisa berjalan dengan baik di pesantren," kata dia.

Saidah juga berharap, workshop yang diselenggarakan KPRK MUI dapat menghasilkan gerakan bersama baik antara para pengasuh pondok pesantren maupun antara komunitas pesantren dalam hal ini adalah pengasuh, santri, guru, supaya terjadi daya dukung yang baik. (ULI)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal