LampuHijau.co.id - Ketua Bidang Profesional Muda Taruna Merah Putih (TMP) Jawa Barat Adityarini Ch. Napitupulu mendapat kesempatan untuk berbagi pengalaman traveling ke Pakistan, di Kedutaan Besar Pakistan, di Jakarta, pada Minggu (21/08/2022) pagi.
Pengalaman serunya traveling ke Pakistan disampaikan Mbak Ninin, panggilan akrab Adityarini Ch. Napitupulu, saat menjadi pemateri di Pakistan Indonesia Tourism.
Baca juga : Pekan Imunisasi Dunia 2022, Subang Raih Prestasi Tingkat Nasional dan Jawa Barat
Awalnya dianggap gila oleh orang-orang terdekatnya karena berniat mengunjungi negara yang anti-mainstream serta lebih banyak dikenal dengan kesan negatif, Mbak Ninin tetap dengan keinginannya memilih Pakistan sebagai negara ke-80 dari total 83 negara di dunia yang pernah dikunjunginya.
Mengenakan “kurti”, busana khas wanita Pakistan, bersama dengan para pengusaha muda tour and travel, dalam acara ini disampaikan olehnya, keamanan bagi turis sangat terjamin, bahkan bagi woman solo traveler sekalipun.
Merangkul para pengusaha muda di bidang pariwisata serta difasilitasi oleh Kedutaan Besar Pakistan, apa yang disampaikan Mbak Ninin, seluruhnya dibenarkan oleh Mr. Mohammad Hassan, Duta Besar Pakistan Indonesia.
"Keramahtamahan orang Pakistan, keindahan alam dengan banyaknya situs world heritage, serta kekayaan budaya yang beragam dan berbeda tersebar di 6 provinsi, membuat setiap orang yang pernah ke Pakistan akan rindu untuk kembali," ujarnya.
Baca juga : Dipastikan Bakal Sepi Pembeli, Pedagang Pecinan Petak Sembilan Tolak Direlokasi
Bagi Mbak Ninin, Pakistan adalah Swiss-nya Asia. “Jika Pakistan bukan negara dengan kondisi yang stabil, mana mungkin Pemerintah Indonesia mengeluarkan Pakistan dari daftar negara yang harus melalui jalur calling visa untuk mendapatkan visa berkunjung ke Indonesia sejak Agustus 2017," ujarnya.
Oleh karena alasan tersebut di atas, Mbak Ninin membangkitkan minat untuk berwisata ke Pakistan. “Ayo, jalan-jalan ke Pakistan, dan anda saya jamin akan jatuh cinta!!," tutupnya seraya mengakhiri sambutannya. (MGN)