LampuHijau.co.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Selatan mengumpulkan personel Penanganan Prasara dan Sarana Umum (PPSU) yang bertugas di wilayah Kecamatan Kebayoran Baru dan Kecamatan Pancoran, Kamis (11/8/2022). Pasukan kuning pun diminta untuk profesional menjalankan tugasnya, sesuai perjanjian kontrak kerja yang telah disepakati.
Hal itu diungkapkan Wali Kota Jakarta Selatan Munjirin saat kegiatan silaturahmi dengan PPSU perwakilan 10 kelurahan di Kecamatan Kebayoran Baru, di Gedung Pertunjukan Gelanggang Olahraga (GOR) Bulungan, Kebayoran Baru, Kamis (11/8/2022).
"Saya minta agar mengetahui hak dan kewajibannya dalam bekerja sebagai PPSU, sesuai perjanjian kontrak yang telah disepakati," ujar Munjirin.
Baca juga : Baliho Puan Dirusak, Pemuda Sumut: Tak Mencerminkan Demokrasi dan Toleransi
Selain itu, Munjirin juga meminta kepada para PPSU, agar profesional dan rajin menjalankan tugasnya sesuai jam yang telah ditentukan, agar wilayah Jakarta Selatan, khususnya Kecamatan Kebayoran Baru, tetap bersih. "Ke depan, kami secara diam-diam, baik itu PNS kelurahan, kecamatan, dan kota, akan melakukan monitoring pada petugas PPSU yang bekerja," ucapnya.
Camat Kebayoran Baru Tomy Fudihartono menuturkan, kegiatan diikuti sebanyak 350 personel PPSU perwakilan dari 10 kelurahan di Kecamatan Kebayoran Baru, yaitu, Kelurahan Gunung, Gandaria Utara, Petogogan, Selong, Melawai, Senayan, Kramat Pela, Rawa Barat, Pulo, dan Cipete Utara.
"Di wilayah Kecamatan Kebayoran Baru ada sekitar 714 personel PPSU yang tersebar di 10 kelurahan. Dengan dilakukan silaturahmi dan sosialisasi tersebut, para petugas PPSU selain saling mengenal juga mengetahui hak dan kewajibannya, dan tidak melanggar aturan yang telah disepakati," tandasnya.
Diberitakan, seorang anggota Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) bernama Zulpikar menganiaya kekasihnya sendiri, Eti di kawasan Kemang pada Senin siang (8/8/2022) lalu. Tidak hanya digebukin, korban yang juga anggota PPSU tersebut, dilindas Zulpikar dengan menggunakan sepeda motor miliknya. Penganiayaan yang viral di media sosial tersebut disebut gegara rasa cemburu buta.
"Kejadian kemarin Senin, ceritanya karena cemburu si Zulpikar. Kemudian ada orang lewat, divideoin,” kata Lurah Bangka Firdaus Aulawy, saat dihubungi, Selasa (9/8/2022).
Firdaus mengatakan, kejadian tersebut terjadi pada siang hari pukul 12.30 WIB. Lokasinya tepat berada di Jalan Kemang Dalam No. 6 RT 03/RW 03. Firdaus menjelaskan, kalau petugas PPSU dan perempuan bernama Eti, yang menjadi korban penganiayaan menjalin hubungan asmara sejak setahun lalu. Dalam video yang beredar, nampak sang pria menendang sang perempuan, lalu menabraknya dengan sepeda motor.
Baca juga : Ahmad Ruslan: Askot PSSI Jakarta Barat Harapkan Percepatan Kongres Asprov DKI
Video ini pun menuai hujatan dan kecaman dari netizen. Mereka berharap Zulpikar diproses hukum karena aksi brutalnya. Firdaus menyampaikan, keadaan sang perempuan saat ini baik-baik saja karena terlihat tidak ada luka. (RBN)