LampuHijau.co.id - Korps Lalu Lintas Polri mencatat sebanyak 113 orang meninggal dunia selama pelaksanaan Operasi Ketupat arus mudik Lebaran 2019.
Jumlah tersebut merupakan akumulasi sejak digelarnya pelaksanaan operasi yang dimulai pada 29 Mei hingga 7 Juni 2019. Dalam periode itu, Korlantas juga mencatat sebanyak 78 orang mengalami luka berat dan 555 orang mengalami luka ringan dalam kecelakaan lalu lintas.
Baca juga : Personel Gabungan Siap, Pemkot Cirebon Yakin Arus Mudik dan Balik Lebaran Lancar
Untuk jumlah kecelakaan, Korlantas mencatat sebanyak 471 kejadian hingga H+1 Lebaran. Jumlah ini mengalami penurunan sebesar 63 persen dibanding tahun lalu yang tercatat sebanyak 1.288 kejadian. Sementara, kerugian materiil akibat kecelakaan, tercatat mencapai Rp183.450.000. Jumlah tersebut juga turun dibandingkan tahun lalu yang tercatat Rp271.150.000 atau turun sebesar 66 persen.
Kepala Korps Lalu Lintas Polri Irjen Polisi Refdi Andri menyebutkan, jumlah korban tewas menurun 59 persen dibandingkan jumlah korban meninggal dunia pada periode sama tahun lalu. Penurunan angka kecelakaan lalu lintas itu salah satunya karena infrastruktur yang lebih baik saat ini. Selain itu, kinerja kepolisian, kementerian perhubungan, Jasa Marga, pemerintah daerah, dan seluruh pihak terkait lebih optimal dalam menyelenggarakan arus mudik dan balik.
Baca juga : Polres Indramayu Terjunkan 4.000 Personil Gabungan Amankan Arus Mudik dan Balik
"Saya merasakan dengan perencanaan yang matang menjadi hasil yang baik," katanya.
Selain itu, masyarakat juga dinilainya lebih baik dalam mempersiapkan diri dan kendaraannya sebelum mudik sehingga memperkecil peluang terjadinya kecelakaan. Dia pun berpesan, agar masyarakat menjaga keselamatan diri saat menjalani arus balik menuju Jakarta.
Baca juga : Aetra Jamin Pasokan Air Saat Ramadan Hingga Lebaran Aman
Ketua Harian Posko Nasional Angkutan Lebaran Terpadu I Nyoman Sukayadnya mengungkapkan, turunnya jumlah kecelakaan selama arus mudik Lebaran 2019 dikarenakan ada perubahan karakter para pemudik dalam berkendara. Menurutnya, angka kecelakan yang turun ini menunjukkan masyarakat telah memiliki kesadaran terkait pentingnya keselamatan dalam berkendara.
"Tak ada kecelakaan yang signifikan, berarti masyarakat sudah sadar pentingnya keselamatan, tak ada muatan di atas, juga teman-teman pengguna sepeda motor yang satu sepeda motor sampai empat orang saya lihat tidak ada," katanya. (LHTJ)